Sabtu, 25 April 2026

Jalur Neraka di Jalan Nusantara Dipasang Pita Kejut

Dishub Kota Depok akhirnya memasang atau membuat pita kejut atau garis kejut di Jalan Nusantara Raya, Selasa (22/8).

Penulis: Budi Sam Law Malau |
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Pita atau garis kejut di Jalan Nusantara yang dipasang Dishub Depok, Selasa (22/8). 

Selain itu kata dia, dengan garis kejut ini, warga atau masyarakat akan lebih mudah menyeberang jalan di Jalan Nusantara.

Sebelumnya sejumlah warga menyebutkan Jalan Nusantara berubah menjadi jalur neraka sejak diterapkan sistem satu arah di sana.

"Memang Jalan Nusantara jadi lengang kalau siang hari sejak sistem satu arah diterapkan. Tapi karena lengang, pengendara pada ngebut terutama motor. Akibatnya sudah belasan kali penyeberang jalan ditabrak atau diserempet kendaraan, mulai motor sampai mobil di Jalan Nusantara," kata Wasis, warga yang tinggal di Perumnas Depok I di sisi Jalan Nusantara, Senin (21/8/2017).

Bahkan kata dia pekan lalu ada seorang guru di salah satu sekolah di Jalan Nusantara yang terserempet kendaraan. "Kalau gak salah ibu guru itu keserempet motor dan sempat dibawa ke klinik karena luka memar di tubuhnya," kata Wasis.

Menurutnya adanya pengendaara yang ngebut di Jalan Nusantara juga selalu dibiarkan petugas Dishub yang berjaga.

"Gak ada peringatan apa-apa. Makanya sekarang Jalan Nusantara disebut jalur neraka. Karena susah banget kalau mau nyeberang jalan. Semua kendaraan pada ngebut," kata dia.

Belum lagi kata Wasis masih banyaknya pengendara motor yang tetap melawan arus meski Jalan Nusantara sudah diterapkam sistem satu arah.

"Karena terlalu jauh kalau memutar, sehingga masih banyak yang lawan arus. Belum aja ada kecelakaan karena melawan arus. Makanya tepat juga Jalan Nusantara ini disebut jalur neraka," kata dia.

Menurut Wasis beberapa orangtua murid yang sekolahnya di Jalan Nusantara, dan bertempat tinggal di wilayah Beji atau di Jalan Wijayakusuma, Jalan teratai dan Jalan Anyelir di Perumnas Depok I, kerap melawan arus jika usai menjemput anak mereka dari sekolah.

"Soalnya kalau memutar, lewat Jalan Margonda lalu Jalan Arif Rahman Hakim, makin jauh sepuluh kali lipat dan makan waktu lebih lama," katanya.

Hal senada dikatakan Joko, pedagang warung di sisi Jalan Nusantara.

"Kalau soal kecelakaan, mas tanya saja sama petugas Dishub yang jaga. Mereka tahu kok. Sebagian besar kecelakaan, korbannya penyeberang jalan yang keserempet mobil atau motor. Tapi memang belum ada yang sampai meninggal," katanya.

Apalagi kata Joko, yang cukup mengerikan adalah jika anak-anak sekolah SD atau SMP menyeberang jalan di Jalan Nusantara.

"Anak sekolah jadi terancam keselamatannya. Kayaknya sih memang masyarakat belum siap kalau Jalan Nusantara ini dijadikan satu arah," kata dia.(bum)

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved