Pemerintah Beli 11 Unit Pesawat Tempur Sukhoi SU-35
Mengenai nilai pembelian tersebut, Ryamiard tidak mengungkapkan secara detail. Ia memastikan nilainya lebih besar ketimbang pengadaan sebelumnya.
Baca: Venna Melinda Dapatkan Hak Asuh Vania Athabina
Presiden juga meminta jajaran kementerian dan lembaga terkait tidak memakai pihak ketiga atau Goverment to Business (G to B).
"Saya juga ingin menegaskan agar proses pengadaan alutsista harus dimulai dari interaksi antar-pemerintah, artinya G to G," cetus Presiden Jokowi.
Pengadaan alutsista sebelumnya seringkali dilakukan dengan mekanisme G to B, dan beberapa di antaranya menimbulkan persoalan, seperti pada kasus dugaan mark up pengadaan Sukhoi pada 2012 lalu.
Baca: Kapolda Jawa Barat: Terorisme Kejahatan Luar Biasa, Polri Harus Menyikapi dengan Luar Biasa Juga
Jokowi juga mengatakan bahwa pengadaan alutsista harus mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
"Tidak ada lagi toleransi terhadap praktik-praktik korupsi, mark up," tegas Jokowi.
"Alutsista ini dibeli dari uang rakyat untuk bisa digunakan TNI dalam melindungi rakyat, melindungi bangsa, negara, dari segala ancaman yang ada," sambung Jokowi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/hut-ke-71-tni-au_20170410_074700.jpg)