Yuk, Berwisata Sejarah di Ereveld

Ancol Taman Impian mengukuhkan diri sebagai tempat rekreasi berbasis edukasi. Di wahana seluas 552 hektar ini pengunjung bisa berlibur, menyantap kuli

Acep Nazmudin
Tak ada kesan seram di pemakaman bersejarah ini yang lokasinya di kawasan Ancol Taman Impian, Jakarta Utara, Selasa (13/6). Lahan ini pun dijadikan obyek wisata baru. 

WARTA KOTA, ANCOL -- Ancol Taman Impian mengukuhkan diri sebagai tempat rekreasi berbasis edukasi. Di wahana seluas 552 hektar ini pengunjung bisa berlibur, menyantap kuliner hingga belajar.

Atraksi wisata seperti Dunia Fantasi, SeaWorld, dan Pantai Karnaval mungkin sudah lebih dahulu tersohor, namun banyak penggila wisata yang belum tahu jika di tempat ini ada lokasi lain yang patut di kunjungi, salah satunya adalah Taman Pemakaman Belanda yang bisa jadi tempat wisata sejarah.

Terletak di sisi timur kawasan Ancol, atau tepat di samping Pantai Bende dan Ancol Beach City Mall, Taman Pemakaman Ereveld Ancol menjadi saksi sejarah perkembangan lokasi wisata terbesar di Jakarta itu sejak didirikan pada 1966 hingga saat ini.

Ereveld Ancol lebih dulu diresmikan pada 14 September 1946.

Dalam bahasa Belanda, Ereveld berarti Ladang Kehormatan. Di makam yang dikelola oleh Oorlogs Graven Stichting (OGS) Indonesia ini disemayamkan 2.000 makam mayoritas Warga Belanda Korban Perang.

Meskipun dibuka untuk umum, pintu gerbang Ereveld selalu tertutup.

Untuk bisa masuk ke dalam, pengunjung harus membunyikan lonceng yang menggantung di sisi kanan gerbang.

Penjaga atau perawat area makam nanti akan membukakan pagar untuk pengunjung seraya menyambut dengan ramah.

“Boleh masuk, foto-foto juga, asal jangan foto close up makam, ya,” pesan seorang pria penjaga yang menyambut Warta Kota.

Saat ditanya mengapa tidak boleh foto close up, dia tidak mengetahui alasannya, menurutnya ini sudah menjadi aturan dari pihak pengelola.Suasana tenang dan asri akan terasa saat pertama kaki kita menginjakan kaki di Ereveld.

Di sisi kiri setelah gerbang masuk, terdapat tanggul untuk menahan air laut masuk ke dalam area makam.

Dari informasi yang ditulis di papan, tanggul dibangun pada 2007 setelah Ereveld sering kebanjiran air laut (rob) beberapa kali dalam setahun.

Kuburan massal

Taman Pemakaman Ereveld Ancol berbentuk persegi panjang, areanya dibelah menjadi dua bagian oleh sebuah jalan setapak yang menuju ke monumen.

Menurut Pengawas Makam Ereveld, Dicky, monumen ini menjadi cikal bakal dibangunnya Ereveld, sebelumnya monumen ini dibangun oleh tentara Jepang sebagai penanda adanya kuburan massal warga negara Belanda.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved