Rabu, 20 Mei 2026

Meski Sama, Ini Perbedaan Baju Adat Depok dan Betawi

"Jadi sekalipun Kota Depok masuk dalam bagian Provinsi Jawa Barat, karena budaya Betawinya sangat kental, maka pakaian adat betawi menjadi pakaian.

Tayang:
Penulis: Budi Sam Law Malau |
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Shomad untuk pertama kalinya dalam peringatan HUT Kota Depok, mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Pemkot Depok untuk mengenakan pakaian adat Depok, di hari jadi Kota Depok, Kamis (27/4/2017). 

"Jadi memang hampir sama, dan ini menjadi tanda kayanya budaya kita. Dan kita ingin meningkatkan rasa cinta warga terhadap budaya Depok," katanya.

Menurutnya tema yang diangkat dalam perayaan HUT Kota Depok tahun 2017 ini adalah Depok Ramah Keluarga dan Bersahabat yang bertujuan menguatkan pondasi keluarga dan kerukunan warga Depok yang majemuk.

"Sebab Kota Depok adalah daerah urban tempat destinasi berbagai suku dan agama, serta ada di tepi ibu kota negara DKI Jakarta. Depok masuk dalam kewilayahan megapolitan Jabodetabek, meski dibawah Pemprovinsi Jawa Barat," katanya.

Sebagai Kota yang sangat dekat dengan Jakarta dan bagian Megapolitan, Idris mengajak semua pihak dan warga dapat hidup rukun di Depok dan membangun Depok bersama-sama.

"Selain pembangunan fisik, kita juga mesti bersama-sama membangun religiusitas serta mental. Sebab layaknya bagian kota Megapolitan, ancaman kriminalitas, narkoba, dan pornografis akan terus ada dan harus menjadi keprihatinan kita bersama," katanya.

Selain para aparatur sipil negara (ASN), dan Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna yang menghadiri acara peringatan HUT ke 18 Kota Depok ini, tampak pula Ketua DPRD Hendrik Tangke Allo dan jajaran pimpinan serta anggota DPRD, Ketua Kejari Depok Sufari, Dandim 0508 Kota Depok Letkol Inf Letkol Slamet Supriyanto, dan Kapolresta Depok Kombes Pol Harry Heryawan

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved