Meski Sama, Ini Perbedaan Baju Adat Depok dan Betawi
"Jadi sekalipun Kota Depok masuk dalam bagian Provinsi Jawa Barat, karena budaya Betawinya sangat kental, maka pakaian adat betawi menjadi pakaian.
Penulis: Budi Sam Law Malau |
WARTA KOTA, DEPOK - Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Shomad untuk pertama kalinya dalam peringatan HUT Kota Depok, mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Pemkot Depok untuk mengenakan pakaian adat Depok, di hari jadi Kota Depok, Kamis (27/4/2017).
Instruksi melalui Surat Edaran Nomor 488/83/HUT-Promentasi tentang Peringatan Hari Jadi ke-18 Kota Depok Tahun 2017.
Selain mewajibkan semua ASN atau PNS di Depok, surat edaran juga mengimbau seluruh masyarakat Depok dan para stake holder mengenakan pakaian adat Depok dalam upacara akbar peringatan HUT Kota Depok di halaman Balai Kota Depok, di Jalan Margonda, Kamis.
Imbauan ini juga berlaku untuk organisasi, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) serta unit terkait di Depok.
Instruksi dan imbauan Wali Kota Depok Idris ini tampaknya dipenuhi oleh semua pihak dan warga masyarakat yang turut serta dalam peringatan HUT Kota Depok di Balai Kota Depok, Kamis.
Hampir semuanya yang hadir mengenakan pakaian adat khas Depok.
Namun jika dilihat sepintas atau bahkan lebih lama, pakaian adat Depok sangat mirip dengan pakaian adat betawi baik untuk laki-laki dan untuk perempuan.
Yakni berupa baju pangsi, jas koko, beskap, peci, dan selempang sarung untuk laki-laki, serta kebaya encim dan aksesoris lainnya untuk perempuan.
Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Shomad menuturkan meski sama, ada beberapa ciri khusus yang membedakan pakaian adat khas Depok dengan pakaian adat Betawi.
Untuk pakaian pria, perbedaan terletak pada hiasan rantai yang biasa dipasang menggantung dari saku jas koko ke kancing jas.
Dimana pada pakaian adat pria Betawi, rantai menggunakan warna keemasan. "Sementara pada pakaian adat khas Depok, rantai diganti kain yang diberi kreasi," katanya.
Sedangkan untuk pakaian perempuan, perbedaan adalah pada motif kain batik di kebaya encim.
Dimana motif di pakaian adat Depok lebih simpel dan bisa disandingkan dengan aksesoris lain.
"Jadi sekalipun Kota Depok masuk dalam bagian Provinsi Jawa Barat, karena budaya Betawinya sangat kental, maka pakaian adat betawi menjadi pakaian khas Depok," katanya.
Menurut Idris, ketentuan pakaian adat khas Depok yang memang diakui nyaris sama dengan pakaian betawi, tertuang dalam Peraturan Wali Kota Depok, Nomor 18/2014 tentang pakaian adat khas Kota Depok
"Jadi memang hampir sama, dan ini menjadi tanda kayanya budaya kita. Dan kita ingin meningkatkan rasa cinta warga terhadap budaya Depok," katanya.
Menurutnya tema yang diangkat dalam perayaan HUT Kota Depok tahun 2017 ini adalah Depok Ramah Keluarga dan Bersahabat yang bertujuan menguatkan pondasi keluarga dan kerukunan warga Depok yang majemuk.
"Sebab Kota Depok adalah daerah urban tempat destinasi berbagai suku dan agama, serta ada di tepi ibu kota negara DKI Jakarta. Depok masuk dalam kewilayahan megapolitan Jabodetabek, meski dibawah Pemprovinsi Jawa Barat," katanya.
Sebagai Kota yang sangat dekat dengan Jakarta dan bagian Megapolitan, Idris mengajak semua pihak dan warga dapat hidup rukun di Depok dan membangun Depok bersama-sama.
"Selain pembangunan fisik, kita juga mesti bersama-sama membangun religiusitas serta mental. Sebab layaknya bagian kota Megapolitan, ancaman kriminalitas, narkoba, dan pornografis akan terus ada dan harus menjadi keprihatinan kita bersama," katanya.
Selain para aparatur sipil negara (ASN), dan Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna yang menghadiri acara peringatan HUT ke 18 Kota Depok ini, tampak pula Ketua DPRD Hendrik Tangke Allo dan jajaran pimpinan serta anggota DPRD, Ketua Kejari Depok Sufari, Dandim 0508 Kota Depok Letkol Inf Letkol Slamet Supriyanto, dan Kapolresta Depok Kombes Pol Harry Heryawan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20170427-baju-adat_20170427_205138.jpg)