Pilkada Banten
Pilkada Banten, Bagi - bagi Amplop, dan Kampanye Hitam
Jelang waktu pencoblosan diwarnai sejumlah laporan ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Tangerang.
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Andika Panduwinata
WARTA KOTA, TANGERANG - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banten 2017 dalam waktu dekat lagi akan bergulir.
Jelang waktu pencoblosan diwarnai sejumlah laporan ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Tangerang.
Dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten ini diikuti oleh dua pasangan calon.
Mereka di antaranya Wahidin Halim - Andika Hazrumy pasangan nomor urut 1 dan Rano Karno - Embay Mulya Syarief kandidat nomor urut 2.
Masing - masing kubu dari paslon tersebut mengadukan beberapa pelanggaran ke Panwaslu.
Panwaslu Kota Tangerang dan Panwaslu Kabupaten Tangerang mendapatkan laporan dari kedua kandidat itu.
"Kemarin ada laporan ke kantor dari kubu nomor urut 1. Masalah selembaran yang diduga black campain," ujar Ketua Panwaslu Kota Tangerang, Agus Muslim kepada Warta Kota pada Minggu (5/2/2017).
Muslim menjelaskan beredar selembaran yang dikategorikan kampanye hitam di rumah ibadah.
Terutama masjid - masjid di Kota Tangerang.
Kampanye hitam tersebut cenderung mendeskriditkan pasangan nomor urut 1 yakni Wahidin Halim - Andika Hazrumy.
Selembaran berisi kampanye hitam ini ditemukan di Masjid Al Muhajirin, Perumahan Buana Permai, Cipondoh, Kota Tangerang pada Jumat (3/2/2017).
Dalam salembaran itu terdapat judul tulisan '5 fakta Cagub Banten Wahidin Halim dan '5 Fakta Cawagub Banten Andika Hazrumy'.
Media berbentuk buku itu dibuat secara terpisah yang di dalamnya berisi materi negatif tentang pasangan calon nomor urut 1.
"Kami masih mengumpulkan data dan fakta serta mendalami laporan ini," ucapnya.