Pilkada DKI Jakarta
Sempat Trending Singkatan ABS Ditujukan buat Agus Yudhoyono
Singkatan yang disampaikan oleh paslon nomor 1 Agus Yudhoyono jadi trending topik.
"Bagaimana pendapat paslon satu dan strategi mengurangi intervensi sekaligus menciptakan profesionalisme?" tanya Eko.
Agus membuka jawabannya dengan membenarkan pernyataan Eko, bahwa masalah di Jakarta hanya bisa diselesaikan dengan birokrasi yang berintegritas.
Terkait dengan intervensi yang disinggung Eko, Agus menyebutkan pihaknya akan menerapkan prinsip seperti saat dulu dia mengabdi di dunia militer.
"Setiap saat kita juga harus mengembangkan kapasitas mereka melalui pendidikan, pelatihan yang relevan. Dan kita harus hindarkan dari membangun kultur serba takut. Karena merasa terancam, sedikit-sedikit akan dimutasi atau dipecat. Ini hanya akan menurunkan semangat kerja, mengubur inovasi, kreativitas, dan inisiatif," jawab Agus.
Selain itu, Agus juga ingin memberdayakan semua jajaran dalam birokrasi.
Dengan begitu, semua masalah bisa diselesaikan secara bersama-sama, diketahui secara terbuka, dan transparan bagi publik.
"Itu menjelaskan mengapa rapor DKI merah, mengapa aparatur negara di DKI menempati nomor 16 dari 34 provinsi. Mengapa? Padahal segalanya ada di Jakarta. Sikap represif hanya akan menekan kreativitas," sambung Agus.
Agus mengatakan ketakutan birokrat tersebut membuat munculnya sistem 'asal bapak suka'.
"Celakanya, kalau birokrat di bawah itu takut, dia akan sangat mudah untuk memberikan laporan ABS, asal bapak suka.
Bisa jadi ini yang terjadi selama ini. Karena pasti takut akan dipecat, lebih baik tidak dilaporkan. Ini berdasarkan masukan dari masyarakat langsung dari lapangan," pungkas Agus. (Ardhi Sanjaya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20170120-agus-harimurti-yudhoyono_20170120_055152.jpg)