Rabu, 6 Mei 2026

Pilkada DKI Jakarta

Sempat Trending Singkatan ABS Ditujukan buat Agus Yudhoyono

Singkatan yang disampaikan oleh paslon nomor 1 Agus Yudhoyono jadi trending topik.

Tayang:
Tribun Bogor
Sylviana Murni optimis pada program 1 Miliar per-RW 

WARTA KOTA, PALMERAH - Singkatan yang disampaikan oleh paslon nomor 1 Agus Yudhoyono jadi trending topik. 

Baca: Mikrofon AHY Sempat Mati yang Diduga Dimatikan

ABS yang disebut pasangan Sylviana Murni itu menjadi bahan perbincangan.

Baca: Ganggu Jalan Usai Debat, Agus-Sylvi Diusir Aparat

Tak ayal, sampai pukul 21.30 WIB, singkatan yang dilontarkan oleh Agus menjadi trending topik di Twitter. 

Baca: Sudah Tahu Dilarang, AHY Justru Kampanye di Vihara

Asal Bapak Suka (ABS) yang menjadi bahan perbincangan netizen.

@vynosaputro : "Asal Bapak Suka" kata yang diciptakan oleh Agus. Asal Pepo Senang ya ya saja Laaah.

@Brey_end : Saya sih nurut apa kata bapak. Asal Bapak Suka

@aditya_viv : Asal Bapak Suka, Keluar dr militer.. Ya Tuhan saya prihatin

@AndreaMaryo : Agus: Asal Bapak Suka
SBY: papa selalu mendukungmu nak
Agus: Aku pasti jdh Gubernur Pak
SBY: iya nak!! iya!! Supaya banyak Koruptor di DKI

‏@kikiahapsari : ABS (Asal Bapak Suka) bukannya APS ya mas agus? (Asal Pepo Senang) #Debat2PilkadaJKT

@Bagaskab : Faktor ketakutan karena pemimpin yang tingkat emosinya tinggi akan menimbulkan laporan yg bersifat ABS(asal bapak suka) #AyoJawara1

Hal itu diucapkan oleh Agus kala menjawab pertanyaan dari moderator Eko Prasodjo.

Kepada Agus seperti dikutip Kompas.com, Eko menanyakan terkait poin visi-misi Agus mengenai birokrasi yang berintegritas.

"Salah satu poin aksi anda adalah meningkatkan kualitas dan keandalan birokrasi yang bersih dan bertanggung jawab. Sementara masalah birokrasi adalah kuatnya intervensi, sehingga tidak profesional," kata Eko, Jumat (27/1/2017).

Ditambahkan Eko, ketidakprofesionalan itu juga terkait intervensi pengadaan jabatan, barang dan jasa, serta perizinan.

Sering terjadi pencopotan jabatan yang tiba-tiba.

"Bagaimana pendapat paslon satu dan strategi mengurangi intervensi sekaligus menciptakan profesionalisme?" tanya Eko.

Agus membuka jawabannya dengan membenarkan pernyataan Eko, bahwa masalah di Jakarta hanya bisa diselesaikan dengan birokrasi yang berintegritas.

Terkait dengan intervensi yang disinggung Eko, Agus menyebutkan pihaknya akan menerapkan prinsip seperti saat dulu dia mengabdi di dunia militer.

"Setiap saat kita juga harus mengembangkan kapasitas mereka melalui pendidikan, pelatihan yang relevan. Dan kita harus hindarkan dari membangun kultur serba takut. Karena merasa terancam, sedikit-sedikit akan dimutasi atau dipecat. Ini hanya akan menurunkan semangat kerja, mengubur inovasi, kreativitas, dan inisiatif," jawab Agus.

Selain itu, Agus juga ingin memberdayakan semua jajaran dalam birokrasi.

Dengan begitu, semua masalah bisa diselesaikan secara bersama-sama, diketahui secara terbuka, dan transparan bagi publik.

"Itu menjelaskan mengapa rapor DKI merah, mengapa aparatur negara di DKI menempati nomor 16 dari 34 provinsi. Mengapa? Padahal segalanya ada di Jakarta. Sikap represif hanya akan menekan kreativitas," sambung Agus.

Agus mengatakan ketakutan birokrat tersebut membuat munculnya sistem 'asal bapak suka'.

"Celakanya, kalau birokrat di bawah itu takut, dia akan sangat mudah untuk memberikan laporan ABS, asal bapak suka.

Bisa jadi ini yang terjadi selama ini. Karena pasti takut akan dipecat, lebih baik tidak dilaporkan. Ini berdasarkan masukan dari masyarakat langsung dari lapangan," pungkas Agus. (Ardhi Sanjaya)

Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved