Selasa, 14 April 2026

Sembunyi di Gubuk, Belasan Warga Tiongkok Diamankan Petugas Imigrasi Bogor

Warga Tiongkok terdiri dari pria dan wanita itu terjaring razia saat berad di rumah-rumah bedeng dan asrama tempat mereka bekerja.

Penulis: |
Warta Kota/Soewidia Henaldi
Belasan warga asal Tiongkok diamankan petugas gabungan Imigrasi kelas I Bogor di sejumlah tempat di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Selasa (10/1/2017). 

WARTA KOTA, BOGOR - Belasan warga asal Tiongkok diamankan petugas gabungan Imigrasi kelas I Bogor di sejumlah tempat di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Selasa (10/1/2017).

Warga Tiongkok terdiri dari pria dan wanita itu terjaring razia saat berad di rumah-rumah bedeng dan asrama tempat mereka bekerja.

Tenaga kerja asing asal Tiongkok yang diamankan sebanyak 18 orang.

Kepala Imigrasi Kelas I Bogor, Herman Lukman mengatakan, dari 18 yang ditangkap, hanya enam orang saja yang dapat menunjukan Kartu Izin Tinggal Sementara (Kitas) dan Pasport.

"Sisanya dua belas orang kami bawa ke kantor Imigrasi Kelas I Bogor untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, karena tidak bisa menunjukan
dokumen," katanya.

Lebih lanjut Lukman mengatakan, ke-18 warga Tiongkok itu beberapa diantaranya bekerjaa di PT BMCG dan Sinomone Resources Indonesia.

"Kami amankan mereka ketika waktu istirahat, belum diketahui secara pasti berapa orang yang bekerja di PT BMCG dan berapa orang yang bekerja di PT Sinomine," katanya.

Hingga saat ini belasan warga Tiongkok tersebut masih menjalani pemeriksaan di kantor Imigrasi Bogor.

Jika terbukti melakukan pelanggaran maka pihak Imigrasi akan mendeportasi mereka.

Herman Lukman menjelaskan, untuk mengamankan warga Tiongkok itu tidaklah mudah.

Petugas gabungan yang berjumlah 20 orang dibantu dari aparat kepolisian harus melewati kampung dan jalan tanah yang hanya bisa dilintasi sepeda motor.

Puluhan petugas dibagi dua lokasi untuk menyisir lokasi para pekerja asing itu.

Herman Lukman yang masuk tim pertama, didampingi Kasi Pengawasan dan Penindakan pada Kantor Imigrasi Kelas II Bogor, Arief Haizirin Satoto bergerak dengan menembus lokasi yang medannya cukup sulit.

"Ada sembilan orang kabur. Kita berhasil tangkap," kata Herman.

Petugas kemudian bergerak ke lokasi penambangan PT Bintang Sindai Mineral Geologi (BCMG).

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved