Rabu, 22 April 2026

Lokbin Meruya Ilir Merambah Dunia Digital, Usai Peresmian

Lokasi Binaan (Lokbin) Meruya Ilir, yang berlokasi di Jalan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan menjadi lokbin dengan label, goes to digital.

Warta Kota/Nurfitri Aprilia
Lokbin Meruya Ilir Goes To Digital. 

Disampaikan juga oleh kepala seksi perdagangan yang menempati posisi sebagai kepala pengelola lokbin Meruya Ilir ini, kalau target pemda sendiri ialah membina pedagang-pedagang yang notabene nya memiliki produksi rumahan sendiri namun belum mahir berdagang, seperti yang ada saat ini kuliner rumahan, jahitan hasil produksi sendiri, maupun pakaian, dan semacamnya.

“Jadi, kalau target sebenernya kan lokbin ini untuk membina pedagang ya, dengan syarat tadi yang mau mulai berdagang dan memiliki produksi hasil sendiri maupun yang jadi tangan kedua dari produksi rumahan, kalau nantinya sudah bisa survive kita arahkan untuk keluar dari lokbin ini, tapi kalau sekarang belum sampai tahap itu lah,” katanya.

Pedagang lain yang juga turut memberikan komentarnya ialah Ani (35) wanita yang berjualan sayuran di los kering ini mengaku, dia tidak merasakan perbedaan pasca ditambahkan label goes to digital pada Lokbin Meruya Ilir ini.

Menurutnya, hal ini karena dagangan yang dijajakannya bukanlah yang bisa dijual melalui media digital.

“Kalau saya, ya gak bisa jualan online mbak, masa kol dijual online hehe, tapi sih lumayan lah wi-fi nya kalau lagi normal membantu juga buat saya jualan, kaya yang langganan kan suka pesen ini itu buat besok atau nanya lagi ada sayur apa,” katanya.

Lokbin yang dulunya pasar tradisional sejak 1987 ini masih terlihat ramai dan penuh pembeli meski sudah merambah ke media digital, pembeli yang terbiasa datang ke los dagang secara langsung pun tidak serta merta merubah gaya belinya dengan menggunakan media digital atau pesan secara online.

"Masih lah, mbak datang ke sini, kalau saya lebih seneng lihat barangnya langsung sih, tapi kalau nanti onlinenya sudah ada ya bisa jadi juga sih ikutan liat di onlinenya dulu,” ungkap wanita, yang akrab disapa Cici ini.

Meski sudah merambah ke media digital, pasar lokbin yang usianya sudah dua tahun ini tetap tidak meninggalkan sistem jual beli secara tatap muka atau langsung di toko. (Nurfitri Aprilia)

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved