Lokbin Meruya Ilir Merambah Dunia Digital, Usai Peresmian
Lokasi Binaan (Lokbin) Meruya Ilir, yang berlokasi di Jalan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan menjadi lokbin dengan label, goes to digital.
WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU -- Setelah tujuh hari lalu diresmikan oleh Wakil Wali Kota Jakarta Barat M Zen, Lokasi Binaan (Lokbin) Meruya Ilir, yang berlokasi di Jalan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat ini sudah menjadi salah satu lokbin dengan label, goes to digital.
Lokasi yang dulunya pasar tradisional ini sendiri mulai dialihfungikan oleh pemda dan kementrian terkait di Jakarta Barat sebagai Lokbin atau Kampung UKM sejak 2014 silam, namun sebelumnya lokasi binaan ini belum dibekali pengetahuan mengenai digital.
Saat disambangi di kantor pengelola pada Selasa (20/12/2016), pria yang menjabat sebagai Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri Suku Dinas Jakbar, sekaligus penanggung jawab Lokbin Meruya Ilir ini mengatakan, adapun tujuan utama dihadirkannya label digital pada ke-4 lokbin di Jakarta Barat adalah untuk menambah wawasan serta membuka kesempatan bagi pedagang binaan agar tidak kalah saing dengan kemajuan teknologi.
“Jadi, kalau bicara tujuan utama ya untuk bikin pedagang kita disini melek informasi dan inovasi, karena kan sekarang segalanya udah digital kalau tidak berbaur dengan digital juga bisa kalah pedagang umkm ini dong,” tutur Oberlin Hutapea.
Dijelaskan oleh dia, peluncuran kampung digital UKM juga dilakukan sebagai bentuk kepedulian PT Telkom dalam membantu Pemda DKI Jakarta menata para pedagang kaki lima (PKL) di Jakarta Barat. Selain menata, program ini juga bertujuan meningkatkan omset para pedagang, dengan mengenalkan penggunaan jaringan internet dalam mengembangkan usaha.
Sedangkan mengenai keadaan Lokbin sendiri pasca peresmian yang dilakukan tanggal 13 Desember lalu, dinyatakan oleh pria keturunan Batak ini belum banyak perubahan selain mulai terbukanya kemauan pedagang untuk menggunakan media digital untuk memasarkan dagangan mereka.
"Kalau perubahan belum banyaklah tapi ya ada, seperti sekarang pedagang tidak perlu susah lagi kalau mau belajar online shop karena sudah ada jaringan wi-fi juga dari PT. Telkom, tapi… tapi sudah seminggu ini pasca launching jaringan down terus,” katanya.
Meski demikian, pria ini optimis kedepan PT. Telkom dan Pemda Jakarta Barat akan tetap rutin mengontrol dan memperbaiki setiap Lokbin yang ada di Jakarta Barat khususnya.
"Pasti nanti ada perbaikan atau semacamnya lah, kita juga kan punya program kegiatan untuk kedepannya yang tidak lepas control dari pemda dan PT. Telkom,” tambah pria, kelahiran Jakarta ini.
Saat disambangi di Los miliknya, pria yang berjualan sepatu dan sandal ini mengaku belum percaya diri akan kemampuannya menggunakan media digital sebagai alat pemasaran barang dagangan miliknya,
“Sudah kalau dikenalkan, kan minggu lalu pas launching kita diarahkan dan dikasih pelatihan mba diruang pengelola juga, tapi memang belum tau trik-triknya jadi ya masih belum pake online shop gitu, saya masih nunggu pembeli ke toko aja,” ungkap Agus (38).
Pria yang mengaku baru berjualan kurang dari 5 tahun ini merupakan pedagang yang melanjutkan los bekas keluarganya, menurutnya penjualan secara manual atau pengunjung datang ke toko pun terbilang ramai, sehingga dirinya tidak merisaukan kalau nantinya tidak beralih menggunakan media digital.
“Ya kalau gak bisa gak apa saya tetap jualan di toko saja, gak usah online lah, tapi kalau bisa dan lancer ya dilanjutkan,” ungkapnya.
Lokbin yang memiliki total pedagang 253 ini terbagi menjadi 8 cluster, disebutkan oleh Oberlin diantara cluster tersebut adalah, cluster Los basah atau yang menjual daging, ikan dan kelapa santan, cluster Los kering yang menjual bumbu-bumbu dan sayuran.
Fashion yang menjual pakaian serta kebutuhan semacamnya, cluster kelontong atau yang menjual berbagai macam sembako, cluster jahit merupakan los yang menjajakan jasa pembuatan pakaian dan sejenisnya, cluster emas yang menjual berbagai jenis emas serta cluster kuliner yang menjual segala jenis makanan mulai dari makanan ringan hingga makanan berat.
Disampaikan juga oleh kepala seksi perdagangan yang menempati posisi sebagai kepala pengelola lokbin Meruya Ilir ini, kalau target pemda sendiri ialah membina pedagang-pedagang yang notabene nya memiliki produksi rumahan sendiri namun belum mahir berdagang, seperti yang ada saat ini kuliner rumahan, jahitan hasil produksi sendiri, maupun pakaian, dan semacamnya.
“Jadi, kalau target sebenernya kan lokbin ini untuk membina pedagang ya, dengan syarat tadi yang mau mulai berdagang dan memiliki produksi hasil sendiri maupun yang jadi tangan kedua dari produksi rumahan, kalau nantinya sudah bisa survive kita arahkan untuk keluar dari lokbin ini, tapi kalau sekarang belum sampai tahap itu lah,” katanya.
Pedagang lain yang juga turut memberikan komentarnya ialah Ani (35) wanita yang berjualan sayuran di los kering ini mengaku, dia tidak merasakan perbedaan pasca ditambahkan label goes to digital pada Lokbin Meruya Ilir ini.
Menurutnya, hal ini karena dagangan yang dijajakannya bukanlah yang bisa dijual melalui media digital.
“Kalau saya, ya gak bisa jualan online mbak, masa kol dijual online hehe, tapi sih lumayan lah wi-fi nya kalau lagi normal membantu juga buat saya jualan, kaya yang langganan kan suka pesen ini itu buat besok atau nanya lagi ada sayur apa,” katanya.
Lokbin yang dulunya pasar tradisional sejak 1987 ini masih terlihat ramai dan penuh pembeli meski sudah merambah ke media digital, pembeli yang terbiasa datang ke los dagang secara langsung pun tidak serta merta merubah gaya belinya dengan menggunakan media digital atau pesan secara online.
"Masih lah, mbak datang ke sini, kalau saya lebih seneng lihat barangnya langsung sih, tapi kalau nanti onlinenya sudah ada ya bisa jadi juga sih ikutan liat di onlinenya dulu,” ungkap wanita, yang akrab disapa Cici ini.
Meski sudah merambah ke media digital, pasar lokbin yang usianya sudah dua tahun ini tetap tidak meninggalkan sistem jual beli secara tatap muka atau langsung di toko. (Nurfitri Aprilia)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/lokbin_20161220_210802.jpg)

