Melirik Bidadari Duta Rokok Bandara Soetta Asal Bali
Okta yang berparas cantik dan memiliki postur proposional itu tak segan - segan menegur penumpang yang merokok di sembarang tempat.
Jika si perokok tetap membandel juga sudah diarahkan.
Maka Okta tetap menunggu di tempat itu sampai perokok tersebut mematikan rokoknya.
"Kalau masih ngeyel juga kami meminta bantuan petugas keamanan," paparnya.
Kekhawatiran orangtua
Okta nekat mengambil pekerjaan sebagai Duta Rokok yang kerap beroprasi di Terminal 3 Bandara Soetta.
Orangtuanya pun sempat mengkhawatirkannya anak gadisnya tersebut merantau jauh dari Bali ke Tangerang.
Perempuan berusia 19 tahun ini merupakan anak bungsu. Ia anak ketiga dari tiga bersaudara.
Bahkan Okta baru saja tamat SMA pada tahun lalu. Pengalaman kerjanya pun minim.
"Orangtua aku khawatir, terutama bapakku. Bapak masih agak - agak setengah - setengah ngasih aku kerja di sini," tutur Okta.
Wanita yang mempunyai lesung pipi ini menjelaskan kepada orangtuanya bahwa dirinya memang niat kerja sebagai Duta Rokok di Bandara Soekarno Hatta.
"Perlahan - lahan ibuku ngasih dukungan, katanya biar sambil tambah pengalaman, kan usianya juga masih muda," ungkapnya.
Sebelumnya Okta juga sempat masuk avisiasi dan menjalani training di Terminal 2 Bandara Soetta. Training selesai, ia balik ke Bali.
Kemudian bersama teman - temannya melamar menjadi duta rokok. Tak selang waktu lama, Okta pun diterima sebagai duta rokok tersebut.
"Setelah beberapa Minggu aku ditelepon kalau besoknya ada jadwal interview. Aku langsung pesan tiket untuk ke Bandara Soekarno Hatta," imbuhnya.
Sering digoda
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20161030melirik-bidadari-duta-rokok-bandara-soetta-asal-bali_20161030_095759.jpg)