Minggu, 26 April 2026

Detik-detik Warga Menghadang Pembongkaran Musala Pasir Putih Perawan

Pemkab Kepulauan Seribu berencana akan membongkar sebuah musala milik warga di Pulau Pari RT 01/04, Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan.

Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Terlihat sejumlah pekerja dan beberapa warga masih berupaya membangun mushola di di Pulau Pari RT 01/04, Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kepulauan Seribu. 

Alasannya, karena tidak ada izin dari pemerintah dan pemilik tanah. Langsung di situ warga bertanya siapa gerangan pemilik tanah itu.

"Tapi mereka itu gak bisa jawab. Justru wajahnya kayak orang bingung dan takut," ujar Khairul.

Mediasi, jelas Khairul kembali, berlanjut dan pihak kelurahan dan kecamatan berjanji akan mencari tempat penggantian lokasi musala.

Tetapi mereka (Lurah dan Camat) minta ke warga agar harus izin terlebih dahulu kepada Bupati.

Setelah izin, kata Khairul, Bupati pun setuju atas hal itu sekaligus dengan perusahaan yang mengklaim lahan itu miliknya.

Hanya saja, tempat yang diberikan bukan merupakan tempat yang strategis untuk suatu musala. Karena musala akan ditempatkan posisinya sebelah timur Pantai Pasir Perawan atau ujung dari pantai perawan yang aksesnya cukup jauh.

"Itu kan menyusahkan warga dan wisatawan," kata Khairul.

Buntu

Saiman (40), yang juga warga di RW 04 mengatakan, mediasi kembali dilakukan namun pihak Kelurahan dan Kecamatan setempat tetap menginginkan agar musala tetap dibongkar.

Mediasi menemukan jalan buntu.

"Lalu saya bilang ke mereka (Lurah dan Camat) jika memang itu tanah ada yang punya, saya mau tahu siapa yang punya, biar saya yang beli. Berapa sih harga tanah untuk ukuran luas musala" kata Saiman.

Saimun mengatakan, ia sudah bertanya begitu, namun Lurah dan Camatnya malah diam saja.

Tapi tetap ngotot mau membongkar dan kami diberikan waktu tiga hari untuk membongkar atau dipindahkan dari lokasi yang sekarang.

"Malah mereka mengancam jika tidak dibongkar akan mengerahkan Satpol PP se-Kabupaten. Lucu ya," ucap Saiman kepada Warta Kota.

Saiman berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu membantu warga dan mendukung pembangunan Musholla bagi umat muslim dan wisatawan di Pulau Pari.

"Tempat ibadah kok dibongkar. Di sini memang disediakan oleh pemerintah tempat ibadah? Toh di sini minim sarana ibadah pak," kata Saiman.

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved