Bentara Budaya Pamerkan Koleksi 300 Wayang Selama Dua Bulan

Bentara Budaya Jakarta (BBJ) menggelar pameran wayang selama dua bulan mulai dari 28 April 2016 hingga 28 Juni 2016.

Bentara Budaya Pamerkan Koleksi 300 Wayang Selama Dua Bulan
Warta Kota/Acep Nazmudin
BBJ menggelar pameran wayang selama dua bulan, dari 28 April 2016 hingga 28 Juni 2016.

WARTA KOTA, PALMERAH-Bentara Budaya Jakarta (BBJ) menggelar pameran wayang selama dua bulan mulai dari 28 April 2016 hingga 28 Juni 2016.

Wayang merupakan bagian dari koleksi Bentara Budaya. Sekitar 300 wayang dari tiga jenis dipamerkan di pusat kebudayaan yang terletak di Jalan Palmerah Selatan No. 17 Jakarta ini.

"Ada beragam seperti wayang kulit, wayang golek karya Asep Sunandar Sunarya hingga wayang suket atau wayang rumput karya Pak Gepuk," kata GM BBJ Frans Sartono, Selasa (10/5/2016).

Frans mengatakan, wayang kulit yang dipamerkan di Galeri Sisi, BBJ ini iyalah wayang yang bergaya Solo dan Yogjakarta, beberapa karyanya merupakan karya dari Tamansari, Kasongan.

"Awalnya wayang-wayang kulit ini dimiliki oleh KRT Sinduningrat, pemerhati dan penikmat seni dari Yogyakarta, kemudian dibeli oleh Kompas Gramedia," kata Frans.

Sementara untuk wayang golek, dikirimkan langsung dari Padepokan
Asep Sunandar Sunarya dari Bandung, Jawa Barat.

Koleksi wayang golek yang dipamerkan oleh BBJ bisa dibilang paling lengkap dan menjadi masterpiece di pameran ini, setengah area di lantai satu Galeri Sisi memajang tokoh-tokoh khas wayang golek Asep Sunandar seperti Cepot dan kawan-kawannya serta tokoh mahabrata.

Yang menarik dari pameran ini adalah wayang suket karya Pak Gebuk yang berasal dari Bantar Barang, Purbalingga, Jawa Tengah.

Tidak seperti wayang pada umumnya, wayang suket ini memiliki ciri khas hanya berwarna coklat rumput kering.

Rumput yang digunakan oleh Pak Gepuk untuk membuat wayang ini adalah rumput suket atau rumput pakan ternak, jenisnya ialah rumput kasuran yg biasanya hanya muncul setiap bulan malam Suro di lereng Perbukitan Bantar Barang.

"Wayang suket bisa dikatakan wayang alternatif, artinya wayang tidak mengikuti pakem pewayangan yang sudah ada," terang Frans.

Pameran Wayang Koleksi Bentara Budaya buka setiap hari kecuali Sabtu dan Minggu pukul 10.00 hingga 16.00 WIB. Tidak dipungut biaya untuk menikmati pameran ini. (Acep Nazmudin)

Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved