Sabtu, 18 April 2026

Petugas Swepping Unggas di Kebayoran Lama Utara

Jajaran Kecamatan Kebayoran Lama melakukan swepping terhadap unggas yang dipelihara masyarakat di dua RW Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Selasa

Warta Kota/Bintang Pradewo
Petugas saat melakukan swepping unggas di Kebayoran Lama Utara, Selasa (22/3). 

WARTA KOTA, KEBAYORAN LAMA - Jajaran Kecamatan Kebayoran Lama melakukan swepping terhadap unggas yang dipelihara masyarakat di dua RW Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan, Selasa (22/3) pagi.

Ratusan unggas dari berbagai jenis dan didata oleh Suku Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan (KPKP) Jakarta Selatan dan masyarakat diminta tidak membudidayakan unggas.

kegiatan ini dilakukan dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus flu burung. Dimana, diketahui di pemukiman pemulung di RT 14/14, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Selasa (15/3) kemarin puluhan unggas mati secara mendadak. Ternyata setelah diuji laboratorium, puluhan unggas itu mati dikarenakan terbukti positif terjangkit virus Avian Influenza (AL).

Belasan petugas gabungan dari Satpol PP, TNI dan POlri melakukan swepping di pemukiman yang letaknya di samping rel kereta api itu. Masyarakat yang memelihara unggas dan kandang diminta untuk membongkar untuk seminggu ke depan. Selain itu, beberapa unggas seperti ayam dan burung dipotong di tempat untuk diuji laboratorium Sudin KPKP Jakarta Selatan.

Kemaludin (64), seorang pemilik puluhan unggas mengaku akan menuruti perintah dari aparat Kecamatan Kebayoran Lama. Karena memang baru-baru ini marak di pemberitaan soal virus flu burung. "Disuruh bongkar kandang ayammnya. Nanti akan saya jadikan sarana olahraga catur saja deh. Jadi kata petugas DKI Jakarta tidak layak memelihara ayam karena rawan flu burung," kata pria yang memelihara unggas sejak tahun 2000 itu kepada Warta Kota, Selasa (22/3).

Menurutnya, memelihara ayam Bangkok merupakan hobi selepas pensiun dari pekerjaannya. Sehingga, menurut petugas boleh memelihara unggas. Namun, tidak membudidayakan hewan bertelur itu.

"Ini hobi doang. Ayam bangkok ada sekitar 10 ekor. Paling nanti lebih sedikit," ucapnya.

Karena dilarang memelihara ayam dalam bentuk banyak, dia akan menjual ayam bangkok miliknya ke Pasar Kebayoran Lama sebesar Rp 1 juta per ekor. Memang diketahui ayam bangkok sangat mahal dipasaran.

"Paling nanti dijual ke pasar. Satu ayam bisa dijual antara Rp 500.000 sampai Rp 1 juta," tuturnya.

Akan Jual Ayam

Hal senada diutarakan Samin (45). Pemilik unggas jenis ayam itu mengaku sebelumnya ingin menjual ayam miliknya. Namun, karena adanya pemberitaan flu burung maka ayam itu tidak laku di pasaran.

"Niatnya saya mau jual kemarin, tapi belum laku," ucapnya.

Dia mengaku akan membongkar kandang ayam miliknya karena instruksi dari pihak aparat Kecamatan Kebayoran Lama. Disisi lain, dia masih mau memelihara unggas di dekat rumahnya.

"Saya masih boleh pelihara unggas kok. Tapi, jangan dibudidayakan saja. Apalagi ada betinannya," ucapnya.

Penegakan Perda

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved