Tidak Digaji, Ibu Dua Anak Ini Dipukul, Disetrum, dan Dibui, Selama di Damaskus
Ia tidak menyangka, bisa kembali ke Tanah Air, setelah beberapa tahun mengalami neraka dunia.
"Tiap hari, dengar suara bom. Suara tembakan. Tidur nggak tenang, mau ngapa-ngapain nggak tenang. Saya berkali-kali minta pulang ke Indonesia, tapi nggak pernah dikasih. Alhamdullilah akhirnya kami diselamatkan, " ujarnya.
Hal nyaris serupa juga dialami Komariah (30), korban perdagangan orang asal Karawang, Bekasi.
Walau nasibnya tidak seburuk Cempauk, Komariah juga mengaku sama sekali tidak kerasan tinggal di Damaskus.
"Kalau saya untungnya dapat majikan baik. Tapi agen saya yang jahat. Saya ditipu, dan gaji saya dirampas. Mana setiap hari perang melulu kan disana. Benar-benar nggak betah saya," katanya.