Kamis, 9 April 2026

Tidak Digaji, Ibu Dua Anak Ini Dipukul, Disetrum, dan Dibui, Selama di Damaskus

Ia tidak menyangka, bisa kembali ke Tanah Air, setelah beberapa tahun mengalami neraka dunia.

WARTA KOTA, TANGERANG -- Cempauk binti Husin (45) berlinang air mata setelah kakinya menyentuh Bandara Soekarno-Hatta.

Ia tidak menyangka, bisa kembali ke Tanah Air, setelah beberapa tahun mengalami peristiwa bak neraka dunia di Damaskus, Suriah.

Diberitakan sebelumnya oleh Warta Kota, sebanyak 32 wanita yang bekerja sebagai TKW di Damaskus, Suriah dipulangkan ke Indonesia, Selasa (23/2/2016) petang.

Sembilan di antaranya merupakan korban perdagangan manusia.

Kepada Warta Kota, Cempauk yang berasal dari Nusa Tenggara Barat itu merupakan salah satu korban human ttafficking atau perdagangan manusia.

"Lima tahun saya tersiksa di Damaskus. Saya dijebak agen perjalanan, " katanya terisak.

Janda dua orang anak ini menuturkan, pada awalnya ia dijanjikan bekerja sebagai TKW bergaji.

"Dijanjikan kerja, gajinya 250 riyal. Ternyata pas sampai disana, saya nggak pernah digaji sama sekali. Lima tahun saya kerja, nggak pernah ngerasain gajian,"  kata Cempauk.

Cempauk malah mendapatkan perlakuan sangat tidak menyenangkan dan traumatik selama bekerja di sana.

"Saya kerja keras seperti kuli. Semua pekerjaan rumah saya yang kerjakan sendirian. Kalau salah, saya dipukuli. Malah pernah disetrum," katanya.

Puncaknya, kata Cempauk, adalah saat rumah majikannya kemalingan. Cempauk dituduh sebagai biang keladinya.

"Padahal waktu itu saya lagi ikut pergi sama majikan. Pas pulang, rumah sudah habis dirampok. Barang-barang saya juga ilang. Eh, tetep saya yang dituduh," kata Cempauk lirih.

Tidak sampai disitu, sang majikan juga melaporkan Cempauk ke polisi Damaskus, dan memenjarakannya.

"Tiga bulan saya dipenjara. Hidup saya seperti di neraka," katanya.

Kondisi tak kondusif di Damaskus yang merupakan daerah konflik pun menjadi faktor betapa dirinya bersyukur bisa kembali ke Indonesia.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved