Konsultasi
Begini Mengatasi Konflik Relasi Segitiga
Dinamika yang berkembang dalam relasi segitiga yang terbentuk di antara anggota keluarga tertentu berpengaruh terhadap ketidaknyamanan
Namun, sering terjadi justru T memihak kepada N. Apabila T memihak kepada N, konflik ibu dan anak pun merebak dan memanas.
Dalam situasi ini, selain Danti menjadi outsider, ia juga berada dalam kemarahan luar biasa yang menyesakkan dadanya dan membuat dirinya semakin tidak nyaman.
Jika kita simak kasus ini, kita menyimpulkan bahwa Danti tidak menyatakan dengan terus terang kepada T tentang dasar ketidaksetujuannya dengan pilihan T.
Namun, Danti terus-menerus mengkritik perilaku N, menasihati T, menyalahkan N.
Kondisi ini justru membuat Danti berada dalam iklim relasi ”tarik ulur”, ”mendekat menjauh” yang tidak menyelesaikan masalah.
Pola relasi tersebut membuat Danti dan T masuk dalam kedekatan emosional yang negatif yang justru membuat keduanya tidak nyaman.
Sementara itu, relasi segitiga ibu-anak lelaki-pacar tersebut ternyata pada dasarnya memiliki makna khusus bagi pihak Danti.
Sebab, dengan relasi segitiga yang tidak sehat tersebut, Danti mendapat kesempatan untuk melarikan diri dari persoalannya sendiri yang kurang harmonis hubungannya dengan sang suami.
Padahal, relasi segitiga yang tidak sehat ini pun membuat hubungan T dan N tidak mendapat kesempatan untuk menjalin kasih yang bersih dari intrik-intrik negatif dari Danti sebagai ibu T dan calon mertua N.
Solusi
Terdapat dua langkah spesifik dan penting untuk dapat melepaskan diri dari relasi segitiga yang tidak sehat tersebut.
1. Danti hendaknya mengajak T berdiskusi dengan suasana akrab dan menempatkan T sebagai anak yang sudah dewasa, untuk menyampaikan alasan-alasan Danti sekaligus mengungkap isi pikiran dan perasaan yang kurang nyaman melihat hubungan T dan N. Katakan dengan jelas bahwa selain memiliki ketidaksukaan apriori terhadap asal suku N, Danti juga tidak menginginkan T menikah dengan perempuan yang tidak sama keyakinannya, karena Danti mengkhawatirkan anaknya yang dinilai agak ”lemah” dipengaruhi N untuk beralih keyakinan menyesuaikan diri dengan keyakinan N apabila pernikahan terjadi. Kesempatan mengungkap isi pikiran dan perasaan secara terbuka dan jelas ternyata membuat Danti lebih nyaman dengan dirinya, di samping merasakan kondisi ”plong” secara emosional.
2. Keluar dari ikatan relasi segitiga ”Danti-T-N” yang tidak sehat dengan:
a. Buat diri tenang (calm), dengan cara tidak terlalu reaktif dan merasa mendapat tusukan tajam perasaannya, karena kecemasan dan intensitas rasa tertusuk berada di balik relasi segitiga yang tidak sehat tersebut di atas.
b. Tarik diri, keluar dari relasi T dan N. Biarkan T dan N mengelola relasi mereka berdua.
c. Santai berelasi secara nyaman, baik dengan T maupun N. Jika sesekali terjadi pertengkaran T dan N, sesegera mungkin Danti hendaknya sedikit menjaga jarak tanpa berpikiran untuk memutuskan tali silaturahim dengan keduanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160130begini-mengatasi-konflik-relasi-segitiga_20160130_101936.jpg)