Ketoprak Dor Lakon Joko Pantang Menyerah
Para pelaku seni tradisi ketoprak tak berpretensi memperkaya diri dalam berkesenian
WARTA KOTA, PALMERAH - Para pelaku seni tradisi ketoprak tak berpretensi memperkaya diri dalam berkesenian.
Mereka bertahan hidup dengan bekerja apa saja agar dapat mempertahankan hidup ketoprak dor.
Suwarsono alias Aseng (53) menata batu bata merah di calon kompleks perumahan sederhana di Desa Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Hari itu, Senin (9/11), Aseng hanya bekerja setengah hari karena sebagian material bangunan belum datang. Itu berarti upahnya hanya setengah dari semestinya, yakni Rp 80.000 per hari. Dengan upah itulah dia menghidupi keluarganya.
Sayangnya, tidak setiap hari dia dapat kerja. "Namanya mocok-mocok (serabutan), ya sering nganggur juga. Rezeki harimaulah, kadang ada kadang tidak," kata Aseng, ayah dari tiga anak ini.
Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, Aseng dibantu istrinya, Rasiani (44), bekerja sebagai buruh tani.
Aseng hari itu memaksa bekerja lantaran sempat libur setelah manggung hampir semalam suntuk dalam pentas ketoprak dor di Medan.
Oleh karena masih lelah, dia memanfaatkan sore hari itu untuk bersantai bersama rekan-rekannya sesama anggota kelompok ketoprak dor, Langen Setyo Budi Lestari.
Sore itu, Aseng bercengkerama dengan Jumadi (63), pemimpin kelompok ketoprak dor, dan Parman (63), pemain drum pada musik pengiring ketoprak dor.
Jumadi sejatinya tidak lowong-lowong amat sore itu karena dia harus menunggui bengkelnya.
Bengkel kecil di depan rumahnya itu merupakan sumber penghasilan utama selain warung sayur yang didirikan istrinya, Kasmi (63). Jumadi melayani segala macam keluhan tentang sepeda motor, mulai kerusakan mesin hingga tambal ban.
"Sepeda onthel juga saya bisa perbaiki. Pokoknya segala macam sepeda-lah," kata ayah empat anak ini.
Jumadi terampil memperbaiki sepeda setelah belajar dari pamannya.
Dia memutuskan mendirikan bengkel sekitar 35 tahun lalu karena menyadari sebagai pemain ketoprak tidak mungkin menggantungkan kebutuhan sehari-hari dari panggung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20151228ketoprak-dor-lakon-joko-pantang-menyerah1_20151228_144530.jpg)