Konsultasi
Jangan Takut Mempersiapkan Kematian
Tanpa takut pada kematian, kita dapat hidup dengan lebih semangat dan dapat mengambil lebih banyak kesempatan untuk mencapai pertumbuhan dan pengayaan
Pertama kali mungkin dengan membaca buku-buku tentang kematian dan menjelang kematian.
Kemudian kita dapat mendiskusikan kematian secara terbuka dengan kawan-kawan karib, orangtua, anak-anak, pasangan, dan teman-teman. Kita dapat mengambil tanggung jawab untuk menulis surat wasiat.
Kita bisa mempersiapkan kepemilikan dan surat-surat penting untuk kemungkinan kematian kita.
Menulis surat wasiat itu sendiri merupakan pengakuan bahwa kita berharap akan mati.
Sebuah wasiat juga merupakan tanda dari pertimbangan mendalam kita pada orang yang kita cintai.
• Kita dapat menghadapi kematian secara langsung melalui berbicara dengan orang-orang yang tengah menghadapi ajalnya, yang berada dalam pergolakan kesedihan, atau yang sehari-hari bekerja dengan orang yang tengah menghadapi ajalnya.
Kita pun dapat mempelajari sikap kita sendiri tentang kematian dan menghadapi ajal. Jadi kita dapat berbagi dengan yang lain tentang kematian.
Bagi banyak dari kita, berbicara tentang perasaan kita adalah suatu cara untuk memperjelas berbagai perasaan tersebut dan memahami diri sendiri secara lebih baik.
Juga, berbicara tentang kematian dalam suatu percakapan normal bisa menjadi sangat membebaskan, memungkinkan kita untuk menerima kematian sepenuhnya sebagai suatu fakta kehidupan.
Menjadi terbuka pada semua masalah ini akan membantu kita, menimbulkan kenyamanan dan juga membantu untuk keberlangsungan hidup kita selanjutnya.
Latihan mengenali perasaan
Tatelbaum juga memberi latihan untuk membantu memeriksa ide-ide kita, juga sikap, keyakinan, dan perasaan tentang kematian, dengan menggunakan kata-kata yang berkaitan dengan kematian.
Kata-kata yang kita gunakan atau tidak gunakan sering menunjukkan perasaan kita itu nyaman atau tidak nyaman.
Kata yang berhubungan dengan kematian dalam masyarakat kita sering lebih berupa suatu ungkapan daripada sesuatu yang bersifat langsung dan faktual.
Cobalah menggunakan semua kata-kata tersebut, baik mengucapkannya dengan suara keras maupun secara tertulis. Ujilah perasaan kita saat mengungkapkan setiap kata. Beberapa kata tersebut adalah:
”Meninggal, menjelang ajal/sekarat, sudah pergi, kehilangan, absen, selesai, almarhum, dimakamkan, dikremasi, dibunuh, ditinggalkan, berduka, berkabung”.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20151210jangan-takut-mempersiapkan-kematian_20151210_171014.jpg)