Citizen Journalism

Status Bencana Kabut Asap

Sikap pemerintahan Jokowi-JK yang terlihat lambat merespon bencana kabut asap yang menimpa sebagian besar Pulau Sumatera, Kalimantan, Papua dan Maluku

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Siswi menggunakan masker di daerah berdampak kabut asap. 

Sudah banyak kerugian harta dan nyawa serta dinyatakan “Status Bencana” baru semua unsur pemerintahan sibuk menangani mulai dari rapat koordinasi sampai ke tindakan aksi.

Mindset “mentality status” yang masih berada dalam mayoritas pelayan publik kita perlu direformasi.

Meminjam penjelasan Agus Dwiyanto dalam buku “Mewujudkan Good Governance Melalui Pelayanan Publik” menyatakan “Perubahan mindset menjadi keniscayaan apabila kita ingin mewujudkan perilaku baru dari birokrasi publik dan melahirkan sosok pejabat birokrasi publik yang berbeda dengan sekarang ini.

Sudah banyak dijelaskan dalam berbagai publikasi mengenai perlunya menciptakan mindset baru dalam mereformasi birokrasi publik atau para pejabatnya sebagai penguasa bukan sebagai pelayan masyarakat.”

Pejabat publik seharusnya bukan penguasa melainkan pelayan masyarakat. Tetapi rupanya konsep ini hanya diketahui, dipahami tetapi tidak dilaksanakan.

Kalaupun dilaksanakan hampir pasti karena ada imbalan atau kompensasi tertentu. Jika tanpa kompensasi biasanya pelayanan tidak akan berjalan.

Kalau sudah terjadi perubahan mindset dari penguasa menjadi pelayan maka mentality status tidak penting lagi karena aparatur birokrasi dengan sikap empatinya secara langsung merespon setiap bencana yang terjadi di sekitarnya.

Perubahan sikap dan mental aparatur birokrasi menjadi aparatur peduli tanpa menanti status merupakan harapan semua warga negara Indonesia.

Paskalis MB Ledo Bude,
Alumni Program Pascasarjana STIE IPWIJA, Jakarta

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved