Minggu, 3 Mei 2026

Lahannya Diserobot Perusahaan Properti, Kakek 10 Cucu Masuk ICU

Apa tidak keterlaluan namanya, kalau mereka main bangun tembok begitu saja di lahan warga dan nutup jalan warga, hingga permukiman terisolir

Tayang:
Penulis: Budi Sam Law Malau |
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Musyawarah terkait kasus penembokan oleh PT Megapolitan di Jalan Pinang Dua Ujung, Limo, di Kantor Kecamatan Limo, dihadiri warga pemilik lahan, pihak kecamatan Limo, Satpol PP Depok, Polsek Limo, Kodim Depok, Jumat (30/10/2015) lalu. 

"Sedikit demi sedikit kondisinya sudah membaik," kata Bambang Hariyanto (55) menantu Syamsudin, Rabu (4/11).

Bambang mengakui bahwa memburuknya kesehatan Syamsudin, juga disebabkan akibat konflik dengan PT Megapolitan Developments.

"Sejak lahan kami dan lahan warga di sana ditembok beton sama PT Megapolitan, beliau sangat marah dan kembali jadi pikiran. Karena itu, beliau sering gak enak badan dan sakit," kata Bambang.

Apalagi kata Bambang, Syamsudin tengah membangun rumah di sebagian lahan, dari total luas 3013 meter persegi lahan, miliknya di Kampung Kramat, RT 1/5, Limo.

Rencananya rumah itu akan diberikan bagi anak ketiganya.

"Pembangunan dilakukan sejak Juni lalu. Saat pertama kali mau bangunpun, pihak PT Megapoiitan sudah melakukan peerusakan atas bangunan awal. Karenanya kita buat laporan ke polisi Juni lalu," kata Bambang.

Setelah itu, kata dia, pembangunan berjalan lancar dan Syamsudin mulai merasa tenang.

Namun pada 10 September, klaim PT Megapolitan atas lahan di sana makin menjadi.

Akses jalan masuk ditutup dengan tembok beton sepanjang 50. Meter setinggi sekitar 2 meter.

"Sejak itu, Pak Syamsudin yang paling keras menentang penembokan. Akibatnya ia banyak pikiran dan jadi sakit-sakitan. Kesehatannya terus menurun. Mungkin karena usia juga," kata Bambang.

Menurut Bambang, pada saat musyawarah kedua di Kantor Kecamatan Limo, Jumat (30/11) lalu, sebenarnya kondisi kesehatan Syamsudin juga sedang tidak baik.

Saat itu Syamsudin mengalami gejala diare dan muntaber.

"Tapi Pak Syamsudin maksain diri untuk datang," katanya.

Akhirnya Sabtu malam, kata Bambang, kondisi kesehatan Syamsudin menurun drastis hingga tak sadarkan diri.

"Keluarga bawa Pak Syamsudin ke RS Puri Cinere. Alhamdulilah kondisinya membaik walau masih dirawat di ICU," kata Bambang.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved