Rabu, 29 April 2026

Pembunuhan Angeline

Miris, Bocah Mirip Engeline Hidup Serba Kekurangan di Bali

Tampak seorang bocah perempuan manis mirip mendiang Engeline ke luar dari rumahnya saat mendengar suara motor.

Tayang:
Editor: Lucky Oktaviano
Tribun Bali/I Putu Darmendra
Ni Wayan Sintia Diana Wati (5) berdiri memegang buku di depan rumahnya di Desa Landih, Kintamani, Bangli, Rabu (1/7/2015) 

Di dalam kamar, ada dua ranjang kecil yang terbuat dari kayu dan bambu yang sudah lapuk.

Satu untuk istrinya, Ni Wayan Setiani (23) dan anak ketiganya yang hari ini genap berusia 10 hari, I Komang Sugianta. Satunya lagi untuk dirinya.

Sementara Sintia dan adiknya Ni Kadek Apriliani (3) terpaksa menginap di rumah tetangga.

"Wayan dan Kadek biasanya nginap di rumah tetangga. Masih saudara saya juga. Mau bagaimana lagi, tidak ada tempat untuk tidur lagi," kata Sudika.


Ni Wayan Sintia Diana Wati (5) (Foto: Tribun Bali/I Putu Darmendra)

Kamar tempat mereka tidur juga dijadikan dapur sehingga ada jelaga yang hitamnya melekat di dinding dan genteng rumah. Kayu bakar dan perabotan memasak pun memenuhi seisi ruangan.

Ada yang digantung, ada juga yang bercereran di atas lantai. Beras yang dibungkus plastik, singkong dan sayuran berjejer di atas meja. Jadi di kamar itu, tempat tidur, pakaian, dapur dan semua peralatannya menjadi satu.

"Semuanya jadi satu. Tidur, memasak ya di sini semunya," lirih Sudika.

Sementara di sebelah timur ada sebuah bangunan yang menyerupai Perapen.

Bangunan itu ia jadikan tempat bekerja menempa perabotan seperti pisau, golok, sabit, cangkul, dan sebagainya.

Kendati bukan keturunan clan atau soroh Pande, namun Sudika mahir membuat dan memperbaiki berbagai jenis perabotan.

"Di sana tempat saya bekerja. Untuk bertahan hidup saja. Hanya ini keahlian saya, saya tidak punya kebun jeruk atau tanah untuk berkebun. Saya dan istri hanya tamatan SD. Mau bekerja di mana susah," ucapnya.

Kerja kerasnya dalam sebulan memang menghasilkan. Kalau lagi ramai pesanan, dalam sebulan Sudika mampu mengantongi Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu.

Namun nominal itu tentu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya setiap hari.

Namun jika sepi, hanya sekitar Rp 100 ribu yang bisa dihasilkannya dalam sebulan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Tags
Engeline
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved