Pembunuhan Angeline
Miris, Bocah Mirip Engeline Hidup Serba Kekurangan di Bali
Tampak seorang bocah perempuan manis mirip mendiang Engeline ke luar dari rumahnya saat mendengar suara motor.
WARTA KOTA, BANGLI -- Udara di Dusun Penaga Landih, Desa Landih, Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali, Rabu (1/7/2015) siang, masih terasa dingin menyusup.
Halimun pun masih menutupi hutan saat Tribun Bali mendatangi rumah Sudika. Tampak seorang bocah perempuan manis mirip mendiang Engeline ke luar dari rumahnya saat mendengar suara motor.
Bocah yang kemudian diketahui bernama Ni Wayan Sintia Diana Wati itu lalu memanggil ayahnya.
Wajah Sintia amat mirip dengan almrahumah Engeline, bocah 8 tahun yang tewas dibunuh dan dikubur di belakang rumah ibu angkatnya di Denpasar, Bali.
Baca Juga: Heboh, Wajah Bocah Cilik di Bali Ini Mirip Engeline
"Bapak ada nak ngalih (bapak ada yang mencari)," begitu Sintia memanggil Sudika.
Mendengar panggilan sang anak, bergegas kemudian Sudika lari ke luar. Ia tersenyum sembari berkata. "Swastyastu, nggih meriki, silakan masuk," sambutnya.
Dengan ramah ia menerima Tribun Bali. Namun, Sudika tampak bingung mempersilakan duduk di mana.
Melihat ke kanan dan kiri, tiada tempat yang tersedia.
Dengan rasa agak sungkan, Sudika lalu berujar, "Ampura tan wenten genah melinggih (Maaf tidak ada tempat duduk)."
Ada dua bangunan semi permanen yang berdiri di atas tanah seluas sekitar dua are tersebut. Satu bangunan dijadikan rumah tinggal, yang terdiri dari kamar tidur sekaligus dapur.
Ukurannya sekitar 8x5 meter. Lantai yang terbuat dari satu lapisan batako sudah tertutup tanah.
Bambu yang dirajut digunakan sebagai dinding. Sinar matahari pun sampai masuk menembus lubang-lubang rajutan bambu.
Apabila musim hujan, kata dia, airnya merembes ke dalam kamar. "Iya niki sampun, kalau panas ya kepanasan kalau hujan bocor," katanya.
Ranjang lapuk
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150703-ni-wayan-sintia-diana-wati-mirip-engeline_20150703_204119.jpg)