Uzoma Pacari Mahasiswi Untuk Dijadikan Kurir
Uzoma memacari warga negera Indonesia, Kasih Herawati, seorang mahasiswi untuk dijadikan kurir.
Penulis: Budi Sam Law Malau |
Yayan memastikan bahwa sabu yang dimiliki Uzoma ini adalah sabu kualitas nomor satu.
"Kasih menerima perintah dari Tobi yang juga warga negara Nigeria untuk menjual sabu kepada tamu yang sudah masuk daftar. Artinya, pengendalian penjualan dibawah perintah Tobi yang ada di dalam lapas. Sementara Uzoma berperan sebagai pengedar, tapi atas persetujuan Tobi yang ada di Lapas Cipinang," tegasnya.
Menurut Yayan, Kasih saat ini ditahan di BNN Pusat.
"Jaringan Uzoma ini merupakan bagian sindikat internasional yang merupakan baru. Namun, tetap dalam kendali Tobi yang merupakan pemain lama," katanya.
Selain itu, kata Yayan, dalam jaringan Tobi ini ada keterlibatan oknum penjaga di Lapas Cipinang.
"Tobi merupakan terpidana dalam kasus narkoba dengan hukuman seumur hidup. Dia sudah lama dipidana. Sabu mereka bukan produksi dalam negeri kalau dilihat dari kualitasnya," ungkap Yayan.
Namun, Yayan mengaku belum mengetahui dari jalur mana barang haram itu bisa sampai ke Indonesia. Ketika tiba, sabu itu kemudian diselundupkan ke Lapas Cipinang untuk kemudian dibawa keluar oleh Kasih. "Kasih sudah ditahan di BNN Pusat. Yang jekas ini sindikat internasional yang dikendalikan dari dalam lapas, oleh Tobi" katanya.
JPU Kejaksaan Negeri Depok, Arnold Siahaan mengatakan, dari keterangan Yayan ini maka dalam sidang berikutnya ia akan menghadirkan Tobi dan Kasih. "Nanti kita akan hadirkan mereka serta sejumlah saksi lainnya. Ini untuk meyakinkan bahwa Uzoma adalah pengedar sabu," katanya.
Ketua Majelis Hakim, Hariono mengatakan, sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi akan digelar Senin (11/5/2015) pekan depan. "Sejumlah saksi lainnya akan kita dengar keterangannya, Senin pekan depan," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/nigeria_20150504_190828.jpg)