BREAKING NEWS : Lukisan Affandi Hilang Sejak Mei 2014
Sampai Mei 2015 ini polisi belum bisa mengungkapnya, padahal lukisan itu kini berharga Rp9,9 milliar.
WARTA KOTA, SEMANGGI - Lukisan asli Affandi berjudul 'Self Portrait and His Pipe' menghilang sejak Mei 2014 lalu. Dan sampai Mei 2015 ini polisi belum bisa mengungkapnya. Lukisan ini kini berharga Rp9,9 milliar.
Tapi, Kanit 1 Kamneg Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Imran Gultom, mengakui pihaknya sudah satu tahun menyelidiki kasus ini.
"Sekarang sudah ada titik terang," ucap Imran sambil tersenyum kepada wartawan, termasuk Wartakotalive.com di ruang kerjanya, Senin (4/5).
Lukisan berjudul 'Self Portrait and His Pipe' dilaporkan hilang ke polisi pada 7 Mei 2014. Emil Sundoro, menantu almarhum Widjojo Nitisastro yang melaporkannya ke Polda Metro Jaya.
Widjojo Nitisastro adalah mantan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional periode 1971-1973. Serta pernah pula menjabat Menko Ekuin sekaligus merangkap sebagai Ketua Bappenas pada periode 1973-1978 dan 1978-1983)
Tadinya Widjojo merupakan satu-satunya pemilik lukisan itu. Sebab lukisan yang berisi potret diri Affandi dalam goresan abstrak itu sudah dibeli Widjojo sejak Affandi baru membuat sketsa. Dan kemudian diambil setelah Affandi selesai melukisnya tahun 1974.
Selanjutnya lukisan itu dikuasai turun temurun oleh keluarga Widjojo Nitisastro. Dan tetap ditaruh di tempat yang sama oleh anak Widjojo satu-satunya, yakni Wijaya Laksmi Kusumaningsih (59) setelah ayahnya meninggal pada 9 Maret 2012.
Laksmi tetap menaruh lukisan itu di bangunan Joglo di rumah peninggalan Widjojo di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Sehari-hari bangunan Joglo itu dipakai untuk menerima tamu.
Namun baru pada bulan Mei 2014 Laksmi sadar lukisan itu palsu. Berawal dari Sawitri, anak Laksmi yang membuka internet dan melihat ada lelang lukisan karya Affandi berjudul 'Self Portrait and His Pipe' di Hongkong awal Mei 2014. Dan disebut itu adalah lukisan asli Affandi.
"Padahal setahu dia (Sawitri), pemilik lukisan asli itu adalah kakeknya," kata Imran. Dia pun mengadu ke Laksmi dan suami Laksmi, yakni Emil Sundoro.
Kemudian Emil memanggil ahli lukisan Affandi dari Museum Affandi di Jogjakarta. Kemudian yang datang Ialah Selarti Venetzia, ahli lukisan di Museum Affandi yang juga cucu Affandi.
"Ahli itu juga kemudian memastikan bahwa lukisan yang ada di rumah Widjojo itu palsu," ucap Imran.
Padahal Laksmi yakin betul ayahnya membeli lukisan itu langsung dari tangan Affandi. Sebab Laksmi pergi bersama ayahnya ke tempat melukis Affandi di Jogjakarta saat hendak membeli lukisan itu. Bahkan, Laksmi ingat persis ayahnya sudah membeli lukisan itu saat Affandi baru menyelesaikan sketsanya.
Makanya, kata Imran, kemudian pihaknya menyelidiki dan memang ternyata diketahui ada seseorang yang mengganti lukisan asli di bangunan Joglo dengan lukisan palsu. Makanya keluarga Widjojo tak sadar lukisan asli itu diambil. Dan diduga pelakunya bekerja sama dengan orang dalam.
"Sekarang masih kami selidiki terus. Kami juga sudah tahu waktu kapan lukisan itu hilang. Sebab kan tadinya tak ketahuan kapan waktu hilangnya. Soalnya pihak keluarga tak sadar. Sementara itu pembantu dan pekerja di rumah terus berganti. Makanya perlu dipersempit dan diketahui waktu hilangnya agar bisa terlihat yang dicurigai," ucap Imran.(ote)