Demo Ojol
Sultan HB X Bertemu Massa Pendemo Tanpa Iring-iringan Pengawalan
Sri Sultan Hamengkubuwono X datang tanpa pengawalan untuk menemui massa aksi yang berkumpul di depan Mapolda DIY
WARTAKOTALIVECOM, Yogyakarta – Sri Sultan Hamengkubuwono X datang tanpa pengawalan untuk menemui massa aksi yang berkumpul di depan Mapolda DIY pada Jumat (29/8/2025) malam.
Tak sendiri, turut serta hadir mendampingi Sultanyakni putri-putrinya, GKR Condrokirono dan GKR Hayu, serta Kanjeng Pangeran Harya (KPH) Yudanegara, bertemu pula dengan Kapolda DIY, Irjen Pol. Anggoro Sukartono.
Namun sebelumnya Sultan menembus kerumunan dan memilih berdialog langsung dengan perwakilan pengunjuk rasa.
Ia juga sempat menyapa hangat massa demonstran yang memadati halaman Mapolda.
Penuh seksama Sultan mendengarkan segala tuntutan dan berdialog singkat dengan perwakilan massa.
Kehadiran kerabat keraton dan komunikasi dengan pimpinan kepolisian menambah nuansa jeda dan perundingan yang berlangsung di malam itu.
Dalam pertemuan itu Sultan menyampaikan duka cita atas meninggalnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek daring yang menjadi korban pada aksi demo di Jakarta.
Dari kisah Affan tersebut, ia pun menegaskan pentingnya menegakkan demokrasi tanpa kekerasan.
Pernyataan ini disampaikan Sultan untuk meredam emosi dan mengajak semua pihak menyalurkan aspirasi secara tertib serta bermartabat.
Kemudian selain memberi penguatan moral, Sultan juga memfasilitasi langkah-langkah konkret saat itu. Dengan pembebasan delapan orang yang sempat ditahan oleh aparat.
Hal ini dilakukan Sultan sebagai bagian dari upaya meredakan suasana dan membuka ruang dialog yang lebih lanjut.
Sultan meminta agar aspirasi disampaikan secara tertulis sehingga bisa menjadi dasar pembicaraan lanjutan dengan pemerintah pusat.
Setelah berdialog dengan perwakilan, Sultan menyempatkan diri menemui warga lain yang masih bertahan di lokasi.
Pada momen itu memperlihatkan perubahan suasana dari semula tegang kemudian menjadi lebih tenang dan hangat.
Apalagi ketika masyarakat menyadari kehadiran pemimpin mereka yang sesungguhnya, yang mampu menuturkan kalimat-kalimat dan sapaanyang melegakan.
Kehadiran Sultan malam itu dianggap sebagai simbol kepedulian dan upaya menjembatani antara rakyat, aparat, dan pemerintah daerah.
Malam itu meninggalkan dua pesan jelas yakni bahwa dialog langsung bisa mereduksi ketegangan ketika dipandu oleh figur yang dipercaya publik.
Ayah Affan Kurniawan Tidak Menyangka Rumahnya Didatangi Presiden RI Prabowo Subianto |
![]() |
---|
Massa Kembali Geruduk Mako Brimob Kwitang, Kopasgat TNI Menahan Laju Massa |
![]() |
---|
Pascademo di Polda Metro, Warga Berkumpul Amati Suasana |
![]() |
---|
Ketika TNI Turun ke Semanggi Bersihkan Puing Sisa dan Sampah Pascademo |
![]() |
---|
Saat TNI dan Warga Kompak Bantu Basuh Wajah Warga yang Kena Gas Air Mata di Depan Menara Mandiri |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.