Mahasiswa Tewas di Danau UI
Uji Labfor dan Grafolog Beda Pendapat Surat Wasiat Akseyna
Deborah yakin tulisan tangan di surat wasiat itu berbeda dengan tulisan asli Akseyna.
Penulis: Budi Sam Law Malau |
Deborah menyatakan dirinya tidak tahu Puslabfor menggunakan metode apa dalam melihat dan menganalisa surat wasiat Akseyna.
"Namun saya juga tidak meragukan kemampuan petugas negara kita. Hanya saja berbekal sampel yang terbatas, sekali lagi saya telaah pun hasilnya tetap sama. Sebanyak 75 persen tidak identik," katanya.
Ia menambahkan agar hasil analisanya seratus persen, maka dirinya membutujkan dukungan terhadap dua kelemahan di atas.
"Yakni data pendukung," ujarnya.
Dengan niat baik, kata Deborah, dirinya pun dengan senang hati bersedia membantu pihak yang berwajib jika dibutuhkan.
"Jika berkenan saya juga bersedia untuk mendemokan teknis verifikasi yang saya lakukan.
Selanjutnya saya serahkan pihak yang berwajib atau publik yang menilai. Saya berharap semoga semakin ada titik cerah terhadap kasus ini," kata Deborah.
Sebelumnya Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Heru Pranoto menyatakan bahwa tulisan di surat yang ditemukan di kamar kos Akseyna identik dengan tullisan tangan asli Akseyna.
Walau dinyatakan identik, kata Heru, polisi belum dapat menyimpulkan apakah Akseyna dibunuh atau bunuh diri.(bum)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/surat-akseyna_20150419_140419.jpg)