Selasa, 21 April 2026

Rizal Hafid: Usaha Serabutan Menghidupi Sepak Bola

Nama Rizal Hafid bagi pencinta sepak bola di wilayah Jakarta Utara tentu bukan nama yang asing. Maklum saja, dia adalah Ketua Umum Persitara periode 2010-2014.

|

Daeng malah mengalami sebaliknya. Katanya, pengurus klub sepak bola itu lebih banyak mengeluarkan uang pribadi dibanding mendapat keuntungan. Pengalamannya selama dua periode memimpin klub Persitara, dirinya sudah mengeluarkan uang pribadi sekitar Rp 900 juta, untuk membela klubnya itu.

"Uang segitu kecil buat orang bola. Bahkan teman lainnya ada yang sampai jual rumah atau kendaraannya untuk menutupi operasional," ujarnya.

Daeng sebenarnya ikhlas dengan pengorbanannya itu, tapi belakangan ini mau tak mau dia merasa sedih karena ulah beberapa orang yang melengserkannya dari posisi ketua umum dengan cara tidak benar.

"Kalau saja dia mau menyelesaikan dengan baik, saya serahkan dengan baik-baik. Kalau dia baik, silakan ambil dan tanggungjawab (lunasi) utang-utangnya. Ini bukan utang saya tapi institusi. Jangan mau ambil Persitaranya tapi mau lepas tangan persoalannya. Ya nggak bisa," ujar Daeng yang mengaku hanya butuh Rp 500 juta untuk menutupi utang gaji pemainnya selama empat bulan.

Meski begitu Daeng mengatakan tetap optimis dunia persepak bolaan di Indonesia akan membaik ketika pengurus PSSI bisa bersatu. Perpecahan atau dualisme ini berdampak pada klub yang kesulitan mencari sponsor karena ketidakpastian kepengurusan.

"Sebenarnya banyak perusahaan yang siap membantu menjadi sponsor, hanya saja karena masih terbelah begini mereka nggak mau ambil risiko. Khawatirnya nanti kalau sudah nyumbang ke yang satu, nanti disalahkan, 'kok nggak ke yang sana.' Jadi itulah persoalannya," ujar Daeng yang berencana turut serta menjadi caleg DPRD pada pemilu 2014 mendatang, menggunakan kendaraan Partai Demokrat itu. sm

Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved