Kesehatan
Membedakan Daging Ayam Segar dan Mati Tidak Sehat Untuk Cegah Penyakit
"Secara fisik kelihatan, perhatikan saja itu tadi yang bagus warnanya terang, yang mati tidak dipotong warnanya gelap, pucetlah."
Daging ayam merupakan ragam pangan baik dikonsumi sebagai sumber protein dan lemak yang dibutuhkan untuk kesehatan tubuh.
Namun, sebelum mengonsumsi daging ayam pastikan daging yang akan diolah daging masih segar dan memang mati karena proses dipotong bukan karena sakit.
Dokter Hewan Wayan Wiryawan berbagi tips mengenali daging ayam segar pada saat proses memilih daging di pasar atau pun di swalayan.
Pertama dari segi warna, warna daging melalui proses pemotongan yang tepat warnanya akan terang dan kekuningan.
Jika ayam mati karena sakit dikenal dengan istilah ayam tiren (mati kemarin) maka warnanya lebih gelap.
• Mencuci Ayam Sebelum Dimasak Bisa Menyebabkan Anda Tertular Penyakit Bawaan Ayam

“Secara fisik kelihatan, perhatikan saja itu tadi yang bagus warnanya terang, yang mati tidak dipotong warnanya gelap, pucetlah,” kata drh Wayan.
Wayan menjelaskannya saat acara ‘Seminar Media: Pekan Peduli Antibiotik Sedunia 2019’ di Jakarta Selatan, Kamis (14/11/2019).
Konsumen, kata Wayan, jangan sampai tertipu oleh akal-akalan penjual nakal yang mencoba mengelabui pembeli dengan merendam ayam dengan air kunyit agar terlihat kuning.
Selain itu, disarankan pada saat proses mencuci dilakukan teliti untuk memastikan kondisi daging sebelum dikonsumsi.
“Ada kan manipulasi pedagang agar ayam kuning mereka rendam dengan air kunyit tapi gampang coba dicuci nanti akan hilang kelihatan, tapi kalau emang dagingnya kualitas bagus ya warnanya tetap segar,” katanya.
• Perluas Citarasa Lidah Anda, Ini 10 Negara yang Menyajikan Makanan Sehat Paling Top
• 7 Makanan Ini Bakal Bikin Anda Tampak Awet Muda, Mulai Sekarang Santap Makanan Sehat
Namun, jika daging ayam itu sudah dimasak maka sulit untuk mendeteksi apakah daging tersebut sehat atau tidak sehingga indera perasa harus sensitif.
“Bisa dagingnya lembek ketika dimakan, juga rasanya beda begitu juga daging sudah rusak akan beda saat dikonsumsi dibanding yang segar,” ucapnya.
Daging yang tidak dipotong dengan baik atau dijual setelah sekian hari mati sangat berisiko pada kesehatan.
Pasalnya, ada bakteri pada daging yang berkembang karena imunitas hewan sudah mati tidak berfungsi lagi.
Risiko penyakit yang ditimbulkan mengonsumsi daging yang tidak segar kebanyakan berkaitan dengan pencernaan.
“Paling mungkin itu (bakteri) e.coli, salmonella penyebab tipes, dua ini umum sebabkan diare dan demam,” ucap Wayan. (Apfia Tioconny Billy)