Nur Mahmudi Ismail Pulang dari Kantor Polisi dengan Wajah Kelelahan dan Berjalan Agak Pincang

Sebelumnya, Nur Mahmudi Ismail tiba di Mapolresta Depok pukul 08.30, didampingi tiga orang kuasa hukumnya.

Nur Mahmudi Ismail Pulang dari Kantor Polisi dengan Wajah Kelelahan dan Berjalan Agak Pincang
WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU
Nur Mahmudi Ismail saat keluar dari ruang pemeriksaan Satreskrim Polresta Depok, Kamis (13/9/2018) sekira pukul 23.30. 

SETELAH menjalani pemeriksaan sebagai tersangka korupsi proyek pelebaran Jalan Nangka, Tapos, selama 14 jam lebih, mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail keluar dari ruang pemeriksaan Satreskrim Polresta Depok, Kamis (13/9/2018) sekira pukul 23.30.

Ia mulai diperiksa penyidik sesuai jadwal pukul 09.00. Sebelumnya, Nur Mahmudi Ismail tiba di Mapolresta Depok pukul 08.30, didampingi tiga orang kuasa hukumnya.

Saat keluar dari ruang pemeriksaan, Nur Mahmudi Ismail berjalan dengan sedikit terpincang akibat stroke ringan yang sempat dideritanya. Ia didampingi tim kuasa hukumnya.

Baca: Setelah Pelajari Kasus Jalan Nangka, Kuasa Hukum Yakin Nur Mahmudi Ismail Tidak Korupsi

Nur Mahmudi Ismail langsung disambut puluhan awak media yang sudah menunggu sejak siang, di depan ruang pemeriksaan.

Wajah Nur Mahmudi Ismail tampak kelelahan dengan senyum yang dipaksakan. Ia sempat menyalami petugas piket di depan ruang pemeriksaan.

Sejumlah pertanyaan wartawan, terkait kasus korupsi Jalan Nangka, Tapos, kepada dirinya, tak ada yang dijawab Nur Mahmudi Ismail.

Baca: Sambil Cengengesan, Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail Penuhi Panggilan Polisi

Mimik mukanya tampak pucat saat beberapa wartawan menanyakan terkait informasi bahwa dirinya menerima uang dari pengembang apartemen di Jalan Nangka, untuk perizinan pembangunan apartemen.

Nur Mahmudi Ismail juga terlihat sedikit terkejut dan wajahnya pucat ketika wartawan menanyakan informasi dari DPRD Depok bahwa sesungguhnya dana pelebaran Jalan Nangka tidak dianggarkan di APBD Depok 2015 lalu. Berkali-kali ia meminta agar wartawan menanyakan semua itu kepada tim kuasa hukumnya.

"Nanti, semuanya tanya saja ke pengacara saya. Tanya ke pengacara saya," jawabnya berkali-kali.

Baca: Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail Siap Diperiksa Sebagai Tersangka Korupsi Hari Ini

Kuasa Hukum Nur Mahmudi Ismail, Iim Abdul Halim mengatakan, ada 64 pertanyaan yang diajukan penyidik ke Nur Mahmudi Ismail.

"Substansi semua pertanyaan, ke seputar pengadaan lahan di Jalan Nangka. Ada 64 pertanyaan Itu saja. Pertanyaan penyidik normatif ke seputar pengadaan lahan," jelas Iim.

Ia mengatakan, dalam proses pemeriksaan terhadap Nur Mahmudi Ismail, pihaknya mengajukan permohonan penangguhan penahanan atas kliennya.

Baca: Istri Setya Novanto Kembalikan Rp 5 Miliar yang Dipakai untuk Munaslub Partai Golkar ke KPK

"Dan permohonan kami dikabulkan penyidik. Penyidik cukup profesional dalam melakukan pemeriksaan. Kami mengapresiasi penyidik," tuturnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menuturkan, penyidik gabungan Polresta Depok dan Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan terhadap Nur Mahmudi Ismail mulai pukul 09.00 dan berakhir pukul 22.30. Pihaknya, kata Argo, tidak menahan Nur Mahmudi Ismail.

"Pada Pukul 22.30, pemeriksaan terhadap Nur Mahmudi Ismail Ismail selesai dan pada pukul 23.30, Saudara Nur Mahmudi Ismail didampingi tim penasihat hukumnya meninggalkan Polresta Depok," jelas Argo. (*)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help