Sambil Cengengesan, Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail Penuhi Panggilan Polisi

Dengan bergegas, Nur Mahmudi Ismail dan tim kuasa hukum akhirnya masuk ke ruang pemeriksan Unit Tipikor Satreskrim Polresta Depok.

Sambil Cengengesan, Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail Penuhi Panggilan Polisi
WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU
Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail memenuhi panggilan penyidik Polresta Depok untuk diperiksa sebagai tersangka kasus korupsi pelebaran Jaka Nangka, Tapos, Kamis (13/9/2018). 

MANTAN Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail memenuhi panggilan penyidik Polresta Depok, untuk diperiksa sebagai tersangka kasus korupsi pelebaran Jaka Nangka, Tapos, Kamis (13/9/2018) hari ini.

Ia tiba di Mapolresta Depok menggunakan Toyota Innova hitam yang disopiri ajudannya. Ditemani tim kuasa hukumnya, dengan wajah cengengesan, Nur Mahmudi Ismail langsung berjalan menuju Gedung Satreskrim Polresta Depok.

Ia mengenakan kemeja lengan pendek warna cokelat muda bergaris. Awak media yang mencegatnya dan melemparkan sejumlah pertanyaan, lagi-lagi hanya dijawab Nur Mahmudi Ismail dengan wajah cengengesan.

Baca: Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail Siap Diperiksa Sebagai Tersangka Korupsi Hari Ini

Dengan bergegas, Nur Mahmudi Ismail dan tim kuasa hukum akhirnya masuk ke ruang pemeriksan Unit Tipikor Satreskrim Polresta Depok.

Iim Abdul Halim, kuasa hukum Nur Mahmudi Ismail mengatakan, kliennya dalam kondisi sehat dan sangat siap menjalani pemeriksaan, bahkan hingga belasan jam sekalipun, seperti yang terjadi pada anak buah Nur Mahmudi Ismail, Harry Prihanto, Rabu (12/9/2018) kemarin.

Harry Prihanto adalah tersangka lain di kasus korupsi Jalan Nangka, Tapos, yang menjerat Nur Mahmudi Ismail. Harry Prihanto menjabat Sekda Depok, saat Nur Mahmudi Ismail menjabat Wali Kota Depok.

Baca: Anies Baswedan Janji Sisihkan Anggaran untuk Perawatan Venue Asian Games 2018

"Pak Nur sangat siap jalani pemeriksaan hari ini. Beliau sehat," kata Halim.

Sebelumnya pada panggilan pertama pemeriksaan sebagai tersangka, yang dijadwalkan penyidik Kamis (6/9/2018) lalu, Nur Mahmudi Ismail tidak datang dengan alasan kondisi kesehatan.

Nur Mahmudi Ismail disebut kuasa hukum dalam masa penyembuhan cedera di kepala dan leher, akibat terjatuh saat bermain bola voli. Melalui kuasa hukumnya, Nur Mahmudi Ismail mengajukan penundaan pemeriksaan sampai hari ini.

Baca: SBY Puji Langkah Jokowi Calonkan Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032

Dengan memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa Kamis hari ini, maka ini adalah kali kedua Nur Mahmudi Ismail diperiksa.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved