Pilpres 2019

Prabowo: Kalau Tidak Ada Kehendak Politik untuk Mengubah Sistem, Anak dan Cucu akan Terus Miskin

Ia mengatakan, untuk mengubah Indonesia menjadi lebih baik, dibutuhkan pemimpin yang tak hanya pintar, namun juga memiliki hati nurani.

Prabowo: Kalau Tidak Ada Kehendak Politik untuk Mengubah Sistem, Anak dan Cucu akan Terus Miskin
FACEBOOK
Prabowo Subianto menandatangani buku Paradoks Indonesia hasil karyanya. 

KETUA Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi pembicara utama dalam seminar nasional bedah buku 'Paradoks Indonesia' di Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta, Sabtu (1/9/2018).

Bakal calon presiden di Pilpres 2019 ini membandingkan Pemerintah Indonesia yang dipimpin Presiden Joko Widodo, dengan Pemerintah Tiongkok.

"Ini orang lain yang bilang, Indonesia bicaranya apa, kerjanya apa. Apalagi pimpinannya, bicaranya apa, kerjanya apa. Ini bukan saya yang bicara, orang lain," tutur Prabowo Subianto,d isambut riuh para undangan yang hadir.

Baca: Prabowo: Utang Pemerintah Naik Rp 1 Triliun Tiap Hari, Indonesia Terancam Jadi Negara Miskin

Ia mencontohkan, Pemerintah Jokowi selalu mengklaim rakyat bahagia, ekonomi baik, dan berprestasi. Namun kenyataan di lapangan, kata Prabowo Subianto, berbanding terbalik.

"Banyak bicara banyak bekerja, itu bangsa Tiongkok. Bangsa Jepang, sedikit bicara banyak bekerja," ucapnya.

Ia mengatakan, untuk mengubah Indonesia menjadi lebih baik, dibutuhkan pemimpin yang tak hanya pintar, namun juga memiliki hati nurani.

Baca: Ketua KPK: Banyak Pejabat Minta Tiket Pertandingan ke Panitia Asian Games 2018

"Kita butuh orang-orang pintar, bukan hanya pintar, tapi punya hati jurani. Jadi inti pada semua bahwa sistem ekonomi kita keliru. Kalau tidak ada kehendak politik untuk mengubah sistem, ya anak dan cucu akan terus miskin," tutur mantan Jenderal Kopassus itu.

Buku 'Paradoks Indonesia' ditulis Prabowo pada 2017 silam, yang berisi pandangan strategis Indonesia, di mana sebagai negara kaya, tapi masih banyak rakyat hidup miskin. (Rina Ayu)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help