Pilpres 2019

Ketua Umum PPP: Tidak Ada Niat Saya Mem-PHP Mahfud MD

Romy menjelaskan, dirinya tidak pernah menyampaikan kepada siapa pun bahwa cawapres Jokowi adalah Mahfud MD sudah final.

Ketua Umum PPP: Tidak Ada Niat Saya Mem-PHP Mahfud MD
TRIBUNNEWS/DENNIS DESTRYAWAN
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy di Kantor DPP PPP, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (4/7/2018). 

KETUA Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy ‎menegaskan, dirinya tidak memiliki pikiran untuk memberikan harapan palsu (PHP) kepada Mahfud MD untuk menjadi cawapres Joko Widodo.

Pria yang akrab disapa Romy itu memahami rasa kekecewaan mantan Ketua MK tersebut, hingga menyampaikan secara blak-blakan peristiwa yang dialaminya, dalam acara Indonesia Lawyer Club yang disiarkan TV One, Selasa (14/8/2018) malam.

"Pak Mahfud tadi pagi kontak saya, mohon permaklumannya kalau tadi malam saya blak-blakan di ILC‎, karena saya sudah berusaha legowo terus diejek. Ngomongnya begitu," ungkap Romy di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/8/2018).

Baca: Kronologi Mahfud MD Gagal Jadi Cawapres Jokowi, Nama Mengerucut Hingga Berujung Antiklimaks

"Saya sampaikan saya maklum, hanya orang kecewa. Tetapi yang terjadi persepsi yang ada di netizen adalah seolah-olah terjadi PHP (pemberi harapan palsu). Apalagi saya disampaikan kesannya di netizen menyampaikan PHP. Saya katakan sekali lagi, bahwa tidak ada niat saya mem-PHP," sambung Romy.

‎Romy menjelaskan, dirinya tidak pernah menyampaikan kepada siapa pun bahwa cawapres Jokowi adalah Mahfud MD sudah final, termasuk kepada Mahfud MD sendiri saat berkunjung ke rumahnya.

"Betul bahwa saya datang ke rumah Pak Mahfud dua minggu sebelumnya, tetapi itu juga untuk menjelaskan saja, dan tidak ada istilah saya mengatakan pasti Pak Mahfud (wapres)," jelas Romy.

Baca: Sekjen PDIP: Penetapan Cawapres Jokowi Jauh Lebih Beradab Dibandingkan Mahar Politik Rp 1 Triliun

Saat pertemuan tersebut‎, kata Romy, topik yang dibahas terkait dua skenario. Skenario pertama adalah siapakah cawapres Jokowi bila Prabowo Subianto berpasangan dengan Salim Segaf Al Jufri. Skenario berikutnya adalah jika Ketua Umum Partai Gerindra itu berpasangan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Maka kita diminta untuk menjawab kalau Habib Salim, siapa yang diajukan PPP, bagaimana kalau AHY? Maka rapat majelis tinggi partai menghasilkan keputusan bahwa kalau yang diajukan (sebelah) itu Habib Salim, maka dua nama yang kita ajukan, yaitu Ma'ruf Amin dan Pak Mahfud. Itu yang saya sampaikan juga kepada Pak Mahfud," bebernya. (Seno Tri Sulistiyono)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help