Aksi Terorisme

Teroris Targetkan Gedung Parlemen, Bamsoet: Saya Yakin Bukan karena Tidak Puas Terhadap Kinerja DPR

Terduga teroris yang diciduk diu Universitas Riau ditengarai hendak melancarkan aksinya di Gedung DPRD setempat dan DPR RI.

Teroris Targetkan Gedung Parlemen, Bamsoet: Saya Yakin Bukan karena Tidak Puas Terhadap Kinerja DPR
istimewa
Presiden Jokowi dan Ketua DPR Bambang Soesatyo saat buka puasa bersama di rumah dinas Ketua DPR di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Senin (28/5/2018). 

KETUA DPR Bambang Soesatyo mengapresiasi penangkapan tiga terduga teroris oleh tim Detasemen Khusus 88 Antiteror di gelanggang Mahasiswa FISIP Universitas Riau (UNRI), Sabtu (2/6/18) lalu.

"Ini merupakan salah satu bukti keseriusan negara dalam memberantas terorisme di Tanah Air," ujar pria yang akrab disapa Bamsoet itu melalui keterangan tertulis, Minggu (3/6/2018).

Terduga teroris yang diciduk diu Universitas Riau ditengarai hendak melancarkan aksinya di Gedung DPRD setempat dan DPR RI. Bamsoet sangat mengecam rencana tersebut. Ia meyakini, kantornya menjadi target bukan karena tidak puas terhadap kinerja DPR.

Baca: Alumni yang Rakit Bom di Kampus Dapat Pesanan dari Penyerang Mapolda Riau

"Saya yakin target gedung parlemen ditujukan bukan karena mereka tidak puas terhadap kinerja lembaga perwakilan," ucap Bamsoet.

Sebab, ucap Bamsoet, DPR telah menerima setiap aspirasi dari masyarakat. Jika ada ketidakpuasan, baik itu terhadap lembaga legislatif, eksekutif, yudikatif, masyarakat bisa menyampaikan aspirasinya.

"Tindakan teror tak ubahnya tindakan pengecut yang tak beradab. Saya yakin aparat hukum bisa segera memprosesnya. Terutama dalam menelisik lebih jauh keterkaitan mereka dengan organisasi teroris lainnya, terutama dari jaringan internasional," tutur Bamsoet.

Baca: Penggerebekan Teroris di Universitas Riau Dianggap Tidak Sesuai Prosedur, Ini Tanggapan Polri

Menurut, Bamsoet disahkannya UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme oleh DPR membuat aparat punya payung hukum yang jelas dalam menindak terorisme. Selama aparat hukum mengikuti ketentuan perundangan, kata Bamsoet, DPR akan memberikan dukungan.

"Jadikan ini sebagai pintu masuk dalam memberantas terorisme bukan hanya sampai ke akarnya, melainkan sampai ke benihnya," tegas Bamsoet.

Bamsoet berujar ditangkapnya terduga teroris di lingkungan kampus merupakan tamparan keras bagi sistem pendidikan di Indonesia. Kampus seharusnya menjadi sarang intelektual, tindak tanduknya untuk kepentingan bangsa dan negara.

Baca: Fahri Hamzah Protes Densus 88 Geledah Kampus, Polri: Bom Sudah Siap Masa Kita Masuk Pakai Tongkat?

"Bukan justru malah menjadi sarang teroris yang mengancam keselamatan, keamanan, serta persatuan dan kesatuan," paparnya.

Bamsoet mengimbau kepada generasi muda untuk menempuh pendidikan di berbagai jalur, mulai dari menengah sampai ke pendidikan tinggi, untuk membuka wawasan secara cermat dan tepat.

"Senantiasa kedepankan sikap kritis terhadap berbagai pemikiran dan ajaran baru yang masuk. Jangan mau disusupi oleh orang-orang tak bertanggung jawab yang hanya ingin memperalat untuk kepentingan sesaat mereka," imbaunya.

Baca: 75 Persen Penanganan Terorisme Kerja Intelijen, Banyak Istri Anggota Densus 88 Minta Cerai

Sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror mengamankan tiga orang terduga teroris yang ditangkap di Universitas Riau, Sabtu (3/6/2018). Satu di antara tiga, yakni MNZ (33), telah ditetapkan sebagai tersangka.

MNZ masih tergabung dalam kelompok Jamaah Ansharut Daulah yang berafiliasi dengan Negara Islam Irak dan Suriah. Sedangkan dua orang ditetapkan sebagai saksi, yakni RB alias D (34) yang merupakan eks mahasiswa UNRI, bekerja sebagai karyawan swasta, dan OS alias K (32) yang juga merupakan eks mahasiswa UNRI yang bekerja sebagai karyawan swasta. (Dennis Destryawan)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved