Home »

News

» Jakarta

Dua Orang Pekerja Proyek Berpotensi Tersangka Terkait Kecelakaan di Proyek DDT

Polisi Polres Metro Jakarta Timur menemukan ada kelalaian sehingga terjadi kecelakaan kerja di proyek dwi ganda (DDT) Jatinegara-Manggarai.

Dua Orang Pekerja Proyek Berpotensi Tersangka Terkait Kecelakaan di Proyek DDT
Warta Kota/Joko Supriyanto
Barang bukti kecelakaan kerja di proyek DDT Jatinegara-Manggarai. 

WARTA KOTA, JATINEGARA---Polisi Polres Metro Jakarta Timur menemukan ada kelalaian sehingga terjadi kecelakaan kerja di proyek dwi ganda atau double-double track (DDT) Jatinegara- Manggarai. Ada kelalaian dari operator yang menyebabkan kecelakaan kerja yang terjadi pada Minggu (4/2/2018).

Polisi menyimpulkan insiden tersebut adanya kelalaian operator sehingga bantalan beton yang akan dipasang belum tepat pada posisinya. Atas kelalaian operator tersebut dua orang berpotensi ditetapkan tersangka, yakni AN (operatir launcher gantry) dan MC (project manager).

Baca: Polisi Sebut Crane Proyek Double Double Track Ambruk karena Faktor Kelalaian

"Sementara yang berpotensi jadi tersangka operator dan nanti kami akan kembangkan lagi apa ada pegawas yang terlibat," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Komisari Besar Tony Surya Putra di Mapolres Metro Jakarta Timur, Senin (5/2/2018).

Polisi belum menetapkan dua orang calon tersangka tersebut karena masih dilakukan penyelidikan kembali. Pasalnya dalam proyek ini ditemukan adanya kelalian hingga mengakibatkan korban jiwa.

"Sudah berpotensi jadi tersangka, kami harus mendalami lagi. Apakah betul dia itu dalam bekerja sebagai operator ada kelalaian atau alat itu yang gangguan, kalau itu normal itu berati ada kelalaian," katanya.

Baca: BERITA FOTO: Polisi dan KNKT Olah TKP Jatuhnya Crane

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) bahwa alat yang digunakan dalam kondisi bagus. Namun indikasi ditemukan adanya kelalaian sehingga SOP keselamatan kerja disampingkan.

Salah satunya ditemukan dudukan frontleg besi yang dilas sebagai penganjal frontleg dan ditemukan karet kaki Frontleg tidak sesuai dengan ukuran.

Hingga saat ini sudah delapan saksi yang diperiksa dalam kasus ini, dikatakan Tony jika pihaknya akan mendalami lagi kasus ini berkaitan dengan status pekerja. Apakah para pekerja ini bersertifikat.

Tak hanya itu pihaknya juga akan memanggil pihak opertor jika ditemukan tersangka lainnya.

"Kami dalami bisa saja bukan hanya operator, karena dia pasti hanya menjalankan pekerjaan atas perintah. Kalau memang dari hasil pendalam perlu dipanggil pasti kami panggil, dalam penyidikan kami kembangkan kalau ada tersangka lain, kami akan tentukan," katanya.

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help