Senin, 25 Mei 2026

Bintang Muda Sepak Bola Putri dari Kudus dan Malang Bersinar

MI NU Baitul Mukminin dan SDN Jambean 02 Pati juara turnamen sepak bola putri di Kudus. SDN Lowokwaru 3 serta SDN Tulungrejo 02 kampiun di Malang.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Eko Priyono
Warta Kota/HO-Mgpcom
JUARA BARU - Selebrasi para pemain MI NU Baitul Mukminin dalam pertandingan MLSC Kudus Seri 2 2025-2026. MI NU Baitul Mukminin keluar sebagai juara baru di kelompok usia 10 tahun. 

WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH - Gelaran turnamen sepak bola putri bertajuk MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Kudus dan MLSC Malang Seri 2 2025-2026 telah mencapai partai puncak usai melewati serangkaian laga yang kompetitif.

Di Kudus, MI NU Baitul Mukminin (KU 10) dan SDN Jambean 02 Pati (KU 12) menaklukkan lawan-lawan tangguhnya demi meraih gelar juara. Sedangkan di Malang, SDN Lowokwaru 3 tampil gemilang dengan memastikan gelar juara di KU 10, sedangkan SDN Tulungrejo 02 sukses menjadi yang terbaik di kategori KU 12.

Program Director MLSC Teddy Tjahjono mengatakan penyelenggaraan turnamen di Kudus dan Malang merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk membangun ekosistem sepak bola putri Indonesia sejak usia dini. Menurutnya, konsistensi penyelenggaraan menjadi kunci penting dalam melahirkan calon atlet yang berkualitas di masa depan.

"Kami memiliki komitmen jangka panjang untuk mendukung sepak bola putri Indonesia. Ini tahun ketiga MLSC dan secara kualitas terus menunjukkan perkembangan konsisten. Jenjang berikutnya adalah Hydroplus Soccer League (HPSL)," ujar Teddy melalui keterangan, Senin (25/5/2026).

"Dari hasil MLSC maupun HPSL, antusiasme peserta terus meningkat, kualitas permainan para pemain muda juga semakin berkembang dari seri ke seri. Hal ini menunjukkan bahwa kompetisi yang digelar secara konsisten mampu menjadi wadah pembinaan yang efektif untuk melahirkan talenta-talenta sepak bola putri masa depan," kata Teddy.

Ia menilai keberlangsungan kompetisi secara rutin memberi ruang bagi para pemain muda untuk berkembang melalui pengalaman bertanding yang kompetitif dan terarah. Dengan pembinaan yang berjalan berkesinambungan, Teddy optimistis ajang ini dapat menjadi wadah lahirnya bibit-bibit potensial bagi sepak bola putri Indonesia.

Teddy juga melihat perkembangan positif dari sisi kualitas permainan dan pemahaman para peserta terhadap sportivitas di lapangan. Semangat bertanding, fair play hingga keberanian menunjukkan kemampuan terbaik menjadi bagian penting yang terus tumbuh dalam setiap seri MLSC.

Pelatih kepala MLSC 2025-2026, Timo Scheunemann menegaskan proses seleksi pemain dalam seri ini tidak semata-mata melihat kemampuan olah bola para peserta. Menurut Timo, pembinaan atlet muda sepak bola putri tidak hanya berorientasi pada prestasi instan.

Ia menekankan pentingnya konsistensi latihan dan kecintaan siswi saat bermain sepak bola sebagai pondasi utama dalam proses pembentukan karakter maupun peningkatan kemampuan.

"Prestasi itu memang penting tapi yang tidak kalah penting adalah konsistensi para siswi dalam latihan. Ketika kemampuan mereka meningkat, mereka akan semakin senang bermain sepak bola. Dari situ, baru digali potensi dan bakatnya. Kemudian, sekolah juga bisa menyisipkan nilai-nilai pengembangan mental dan karakter yang  sejalan dengan dunia pendidikan," ujar Timo.

Timo menambahkan Kudus sebagai kota pertama penyelenggaraan telah memperlihatkan fondasi pembinaan yang semakin matang, sementara Malang mulai menunjukkan peningkatan, baik dari sisi jumlah peserta maupun kualitas pemain. Ia menyebut, tim pelatih juga aktif melakukan pemantauan langsung ke sekolah-sekolah untuk memastikan para pemain potensial mendapatkan kesempatan tampil dan berkembang dalam kompetisi.

"Kudus adalah kota pertama MLSC, jadi awal Mula sepak bola putri tumbuh di sana dan terus konsisten dibangun. Sementara, Malang baru dua kali menggelar MLSC, namun perkembangannya sudah terlihat baik, dari jumlah pemain maupun kualitas pemain. Kami juga mendatangi sekolah-sekolah supaya mereka ikut berpartisipasi. Bahkan pemain yang tampil di final KU 12 nanti diproyeksikan memperkuat tim All-Star Malang untuk tampil di Kudus pada akhir Juni bersama perwakilan dari 12 kota lainnya," ujar Timo.

Juara Kudus dan Malang

MLSC Kudus Seri 2 2025-2026 berlangsung 19 hingga 24 Mei 2026, di Supersoccer Arena dan Lapangan Rendeng, Kudus, Jawa Tengah. MLSC Kudus Seri 2 diikuti 1.391 siswi dari 89 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) terbagi dalam 66 tim KU 10 dan 64 tim KU 12.

Sedangkan, MLSC Malang Seri 2 2025-2026 bergulir pada 21 hingga 24 Mei 2026 di Stadion Gajayana, Malang. MLSC Malang Seri 2 diikuti oleh 2.161 siswi dari 122 MI dan SD yang terbagi dalam 82 tim KU 10 dan 116 tim KU 12.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved