Minggu, 10 Mei 2026

Timnas Indonesia

Patrick Kluivert Dipecat PSSI, Bung Towel: Karena Tekanan Netizen

Patrick Kluivert Dipecat PSSI, Bung Towel: Karena Tekanan Netizen. Towel mengatakan Patrick Kluivert dipecat PSSI karena tekanan netizen.

Tayang:
YouTube Kompas TV
TEKANAN NETZEN KLUIVERT - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya resmi memecat Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia, Kamis (16/10/2025). Pengamat sepak bola Tommy Welly yang akrab disapa Bung Towel mengatakan penyebab Patrick Kluivert dipecat PSSI adalah karena tekanan netizen. 

Menurut Kusnaeni, setelah gagal membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia di ronde ke 4 kualifikasi zona Asia, Patrick Kluivert pantas dipecat.

"Saya sama sekali enggak kaget. Karena memang saya merasa sejak dia gagal meloloskan ke Piala Dunia, memang konsekuensi yang harus diambil oleH seorang pelatih itu bertanggung jawab," kata Kusnaeni dalam saluran channel YouTube CNN Indonesia, Kamis (16/10/2025).

Bahkan menurut Kusnaeni, idealnya Patrick Kluivert langsung mengundurkan diri usai gagal membawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026, tanpa harus menunggu dipecat.

"Kalau saya berpikir Kluivert harusnya begitu, setelah dia gagal bawa ke Piala Dunia. Dia mundur, enggak usah diberhentikan," kata Kusnaeni.

Karena, tambah Kusnaeni, selama Patrick Kluivert menangani tim nasional, tidak ada kemajuan yang dicapai Timnas Indonesia.

"Tidak ada kemajuan signifikan. Tidak seperti yang kita bayangkan dan kita ekspektasikan ketika dia datang menggantikan Shin Tae-yong. Dan dengan performa statistik yang dia buat selama bersama timnas, menurut saya memang sulit untuk mempertahankan dia. Tapi apa boleh buat, dia tidak mundur sehingga akhirnya komite eksekutif yang memberhentikan," ujar Kusnaeni.

Hal ini menandakan pemecatan Patrick Kluivert sudah masuk dalam rencana PSSI dan bukan hal yang sporadis.

"Iya, memang sejak gagal ke Piala Dunia, itu pilihan yang paling logis seorang pelatih. Ketika gagal adalah bertanggung jawab. Apalagi pertanggungjawaban itu memang harus diambil karena dia sudah mendapatkan sebagian besar apa yang dia inginkan," kata Kusnaeni.

Di antaranya ujar Kusnaeni, staf kepelatihan yang diinginkan semuanya dipenuhi oleh PSSI.

"Kita lihat rombongan dari Belanda itu, kan banyak sekali staf kepelatihannya. Lalu pemain-pemain yang diinginkan, sejak datangnya Kluivert ini kan banyak sekali pemain yang diharapkan bisa memperkuat tim sesuai kebutuhan," kata Kusnaeni.

Yakni, kata Kusnaeni, kiper Emil Audero dari Serie A, Joey Pelupessy, Dean James, Mauro Zilstra, Ole Romeny hingga Miliano Jonathan.

"Artinya penambahan materi pemain di bawah Kluivert ini sangat signifikan. Tapi toh performa tim tidak sebaik penambahan materi pemain yang didapatkan oleh tim," kata Kusnaeni.

Karenanya Kusnaeni menilai semua itu adalah kegagalan Patrick Kluivert.

"Kalau PSSI itu tanggung jawabnya adalaH di tengah jalan mengganti pelatih, itu tanggung jawab PSSI. Tapi ketika pelatih sudah ditetapkan, apa yang dicapai selama kualifikasi itu tanggung jawab pelatih. Karena PSSI menyediakan semua yang dibutuhkan oleh pelatih," papar Kusnaeni.

Belajar dari pengalaman merekrut Kluivert kata Kusnaeni, berharap PSSI lebih hati-hati memilih pelatih timnas.

Sumber: WartaKota
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved