Wisata Jakarta
Ancol Siapkan Perluasan Lahan 65 Hektar untuk Pengembangan Wisata
Ke depan, PT Pembangunan Jaya Ancol tak hanya berfokus pada peningkatan jumlah pengunjung
Ringkasan Berita:
- Ancol bertransformasi jadi destinasi berbasis pengalaman, tak lagi fokus jumlah pengunjung.
- Strategi meliputi penciptaan value, optimalisasi lahan, keputusan berbasis data, dan kolaborasi.
- Disiapkan perluasan 65 hektare serta fasilitas baru seperti MRT, masjid terapung, dan hiburan malam.
- Targetnya menjaga relevansi jangka panjang dan meningkatkan kinerja wisata
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk berkomitmen untuk melakukan transformasi menyeluruh demi menjawab perubahan perilaku pengunjung.
Andol akan memodernisasi dan mempercantik Ancol agar tetap relevan di masa depan, serta sesuai dengan tuntutan publik yang semakin mengutamakan pengalaman (experience),
Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol, Syahmudrian Lubis mengatakan, pihaknya akan menjalankan transformasi untuk menjawab perubahan perilaku wisatawan.
Ke depan, PT Pembangunan Jaya Ancol tak hanya berfokus pada peningkatan jumlah pengunjung, tapi juga nilai dan pengalaman yang dirasakan setiap wisatawan.
“Ancol akan bertransformasi menjadi integrated experience-driven ecosystem. Di mana kami menghadirkan perjalanan pengalaman pengunjung secara end-to-end di dalam kawasan Ancol,” ujar Syahmudrian, saat ditemui di Ancol, Jakarta Utara, Minggu, 19 April 2026.
Dia menjelaskan, perubahan itu sejalan dengan arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang meminta Ancol terus berbenah dan tetap relevan sebagai destinasi wisata unggulan, bahkan hingga puluhan tahun ke depan.
"Ini bukan suatu pekerjaan yang mudah bagi kami, untuk membuat Ancol ini tetap relevan di kemudian hari. Kenapa? Karena secara fundamental behavior pengunjung sudah berubah," ucapnya.
Saat ini, urai Syahmudrian, perilaku pengunjung telah berubah signifikan.
Masyarakat tidak lagi sekadar datang untuk rekreasi, tapi mencari koneksi, pengalaman, dan nilai yang di rasakan bersama keluarga.
Untuk mendukung transformasi tersebut, lanjut dia, Ancol telah menyiapkan empat strategi utama.
Pertama, menggeser fokus dari sekadar jumlah kunjungan menjadi penciptaan value bagi pengunjung.
Kedua, mengoptimalkan aset dan ekosistem kawasan seluas 533 hektar, yang masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Ketiga, memperkuat pengambilan keputusan berbasis data.
“Ke depan, setiap event dan program akan kami desain berdasarkan data. Mulai dari tren pengunjung hingga proyeksi ke depan,” imbuhnya.
Keempat, tambah dia, pihaknya akan membuka peluang kerja sama strategis dengan mitra lokal maupun global, untuk nantinya meningkatkan daya saing Ancol di tingkat internasional.
| Antusiasme Tinggi, Pengunjung Harap Kuota Tiket Planetarium Ditambah |
|
|---|
| 6 Tempat Wisata Anak di Jakarta yang Buka Hingga Malam buat Libur Nataru |
|
|---|
| Setahun usai Kebakaran, Mal Ciputra Kembali Buka Food Destination di Lantai 6 |
|
|---|
| Bakal Dibuka hingga Malam Mulai 11 Oktober, Begini Persiapan Pengelola Taman Margasatwa Ragunan |
|
|---|
| Pertunjukan Reog Ponorogo di TMII Menarik Perhatian Pengunjung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Target-Ancol-lebaran-2026.jpg)