Kuliner
Suara Peluit dari Dapur Bambu, Ciri Khas Kue Putu dan Klepon Legendaris di Jakarta
Meski harus bersaing dengan hiruk-pikuk kota, suara peluit dari kue putu tidak pernah benar-benar hilang.
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Ringkasan Berita:
- Meski harus bersaing dengan hiruk-pikuk kota, suara peluit dari kue putu tidak pernah benar-benar hilang
- Salah satu penjaga tradisi itu adalah Azul, penjual putu yang telah berjualan selama 10 tahun
- Sajian klasik ini selalu berhasil menarik perhatian pembeli dari berbagai usia, dari anak-anak hingga orang tua
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Di tengah padatnya lalu lintas dan bising kendaraan Jakarta, ada suara yang tetap bertahan dan mudah dikenali.
Suaranya melengking lembut seperti peluit, menggema dari kejauhan.
Suara itu bukan dari alat musik atau peluit petugas, melainkan dari uap panas dapur bambu penjual kue tradisional putu.
Baca juga: 10 Kuliner di Pasar Baru Jakarta Pusat, Legendaris dan Wajib Dicoba
Bagi warga Jakarta, suara tersebut sudah menjadi penanda kehadiran jajanan legendaris yang tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menyimpan cerita panjang tentang kenangan masa lalu.
Meski harus bersaing dengan hiruk-pikuk kota, suara peluit dari kue putu tidak pernah benar-benar hilang.
Salah satu penjaga tradisi itu adalah Azul, penjual putu yang telah berjualan selama 10 tahun.
Baca juga: Wisata Air Kalimalang Bekasi Ditargetkan Rampung Maret 2026, PTMP Siapkan 87 Kontainer Kuliner
Dengan gerobak sederhana, Azul berkeliling di antara lalu lalang mobil mewah, menyusuri jalan besar hingga gang-gang padat di Jakarta Pusat.
Setiap langkah selalu diiringi suara khas peluit uap dari dapur bambu yang dibawanya.
Di malam hari saat udara mulai dingin, uap panas dari cetakan bambu kue putu ayu justru menghadirkan kehangatan tersendiri bagi para pembeli.
Baca juga: Mencicipi Kuliner Legendaris, Sop Buntut Cut Meutia, Langganan Keluarga Cendana hingga Purbaya
"Suara ini diingat warga yang sudah pernah membeli, begitu dengar, orang langsung tahu ini putu," kata Azul saat ditemui Wartakotalive.com, Sabtu (17/1/2026).
"Hanya kue putu yang mengeluarkan suara seperti peluit dari uap saat dimasak dalam bambu," lanjutnya.
Dengan harga terjangkau, hanya Rp 2.500 per kue, putu hangat saat disajikan, aroma pandan dan kelapa parutnya langsung menggoda.
Baca juga: Kolesterol Mengintai Anak Muda, Gaya Hidup Kuliner Jadi Sorotan
Rasa manisnya sederhana, namun cukup untuk membawa ingatan pada masa kecil saat jajanan tradisional masih menjadi teman setia sepulang bermain.
Azul juga menjajakan klepon yang gembul-gembul dan mengilap.
| Encik Tan Buka Gerai Internasional Pertama di Pondok Indah Jaksel |
|
|---|
| Resep Turun-Temurun 38 Tahun, Dodol Betawi Nyak Mai Laku 3 Ton di Bulan Ramadan |
|
|---|
| Ah Pek Tanjung Duren Resmi Dibuka, Arvin Ega: Hadirkan Pengalaman Kopi Claypot Otentik |
|
|---|
| Resto Kemuning Depok Sajikan Pizza dan Burger Rendang di bulan Ramadan |
|
|---|
| Begini Proses Pembuatan Kue Ijo Khas Depok yang Lezat dan Legit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Kue-Putu-ki.jpg)