TOPIK
Konflik Rempang
-
Ganjar Pranowo khawatir jika dibiarkan terlalu lama, konflik Rempang akan menjadi preseden buruk di masa mendatang.
-
Investor memberi batas waktu hingga tanggal 28 untuk mengosongkan Pulau Rempang. Hal itu sesuai dengan perjanjian BP Batam dengan Investor.
-
Panglima Suku Dayak, Panglima Pajaji mengaku sangat murka melihat ada penjajahan gaya baru terhadap masyarakat dan rakyat di Rempang, Batam.
-
PBNU mendorong pemerintah untuk melakukan pendekatan dengan warga Rempang, Batam agar tidak terjadi kekerasan
-
Kisruh akan relokasi warga di Rempang namun kenyataannya lokasi rumah pengganti belum dibangun
-
Panglima Suku Dayak, Panglima Pajaji berang atas tindakan aparat ke rakyat Rempang. Ia berjanji akan membantu masyarakat Rempang
-
PKS ikut prihatin dengan apa yang terjadi di Pulau Rempang Batam. Majelis Syuro menugaskan DPP untuk mengambil langkah advokasi membantu warga.
-
Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengatakan, pembangunan proyek strategis nasional Rempang Eco City tak boleh mengorbankan masyarakat
-
Bahlil mengatakan bahwa Proyek Strategis Nasional (PSN) yang akan dibangun di Pulau Rempang adalah sebuah pabrik kaca terbesar kedua di dunia
-
Presiden Jokowi menyesalkan terjadinya rusuh di Pulau Rempang. Masalah mikomunikasi itu mestinya tidak sampai presiden.
-
Said Didu menyoroti pernyataan Presiden Jokowi dalam menanggapi konflik dan kericuhan yang terjadi di Pulau Rempang Batam yang dianggap tak berempati
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved