Berita Tangerang
Asap Pembakaran Sampah Masih Terlihat di Tangsel, BRIN Soroti Lemahnya Sistem Pengelolaan
Pembakaran sampah di Pamulang masih terjadi. Warga terdampak bau dan asap, sementara sistem pengelolaan sampah dinilai belum optimal.
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Dian Anditya Mutiara
Ringkasan Berita:
- Aktivitas pembakaran sampah masih berlangsung di Pondok Benda, Pamulang, menimbulkan asap dan bau menyengat.
- Ahli BRIN menilai kondisi ini menunjukkan lemahnya sistem pengelolaan sampah dan belum terintegrasinya kebijakan.
- Warga mengaku terpaksa membakar sampah akibat keterbatasan pascapenutupan TPA Cipeucang dan minimnya layanan pengangkutan.
WARTAKOTALIVE.COM, PAMULANG -- Aktivitas pembakaran sampah masih ditemukan di kawasan Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan, Senin (4/5/2026).
Asap dan bau menyengat dari tumpukan sampah yang dibakar dikeluhkan warga karena berdampak pada kualitas udara.
Sumber asap berasal dari area yang tertutup tembok di ujung gang. Dari kejauhan, sekitar 300 meter, kepulan asap masih tampak meski aktivitas di dalam area tidak sepenuhnya terlihat jelas dari jalan utama.
Di balik tembok setinggi lebih dari satu meter itu, tumpukan sampah masih terlihat menggunung dan sebagian di antaranya diduga dibakar untuk mengurangi volume.
Asap putih keabu-abuan terus keluar secara perlahan dan terbawa angin ke arah permukiman.
Area tersebut berada di lingkungan yang relatif tidak padat. Hanya terdapat beberapa rumah yang berpenghuni, sementara sebagian kontrakan di sekitar lokasi tampak kosong.
Namun, aktivitas pembakaran tetap menimbulkan dampak pada kualitas udara di sekitarnya.
Baca juga: Ingub Pemilahan Sampah Diteken, Rorotan Jadi Proyek Percontohan di Jakarta
Di beberapa titik, terlihat pula pohon-pohon pisang tumbuh mengelilingi area pembuangan.
Selain pembakaran, aktivitas pemilahan sampah juga masih berlangsung. 2 orang tampak memilah sampah yang memiliki nilai jual, sementara sisanya dibiarkan menumpuk sebelum akhirnya dibakar.
Nur Hidayat, Perekayasa Ahli Madya, Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih, BRIN, menyoroti kondisi tersebut sebagai indikasi lemahnya kesiapan sistem.
"Penumpukan ini bukan sekadar masalah teknis, tetapi menunjukkan bahwa kebijakan belum berbasis pada resiliensi sistem,” ujar Nur Hidayat kepada TribunTangerang.com, Senin (4/5/2026).
Ia menambahkan pemerintah daerah belum memiliki mekanisme kontinjensi yang kuat ketika fasilitas utama berhenti beroperasi.
“Seharusnya sudah ada skenario alternatif yang siap dijalankan jauh sebelum penutupan TPA dilakukan,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan pengelolaan sampah di daerah tersebut masih bersifat linear.
| UMKM Ramaikan Seba Baduy 2026, Stand Leuit Jadi Magnet |
|
|---|
| Kisah Satu Keluarga di Pondok Aren yang Terjebak karena Akses Ditembok Pemuda Pancasila |
|
|---|
| Kanwil Kemenkum Banten Dorong UMKM Daftar Kekayaan Intelektual |
|
|---|
| 3 Hari Banjir di Jalan Puspitek Tak Kunjung Surut, Mahasiswa Unpam Terpaksa Nyeker |
|
|---|
| Setiap Kali Hujan Seharian, Warga Setu Tangsel Curhat Selalu Kebanjiran: Sampai 2 Meter |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pengelolaan-sampah-warga-di-Pondok-Benda-tangsel45.jpg)