Berita Tangerang
Janji Dipatok Akhir Januari, Warga Muncul Minta Artefak Tangsel Segera Dipasang
Warga Muncul tagih janji Pemkot Tangsel terkait pemasangan artefak kota dan batas Provinsi Banten–Jawa Barat yang dijanjikan selesai akhir Januari.
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTAKOTALIVE.COM, SERPONG - Warga Muncul, Serpong kembali mendatangi Pemkot Tangerang Selatan, Senin (1/12/2025) untuk menagih janji pemasangan artefak “Selamat Datang di Kota Tangsel” serta penanda batas Provinsi Banten–Jawa Barat yang dijanjikan rampung paling lambat akhir Januari 2026.
Diberitakan sebelumnya, warga menagih janji Pemkot Tangsel terkait pengembalian fungsi Jalan Puspitek, Muncul, Setu, Tangsel, yang sempat ditutup oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Setelah melakukan mediasi dengan Pemkot Tangsel, warga menyampaikan pemasangan artefak bertuliskan “Selamat Datang di Kota Tangerang Selatan” serta penanda batas provinsi dijanjikan akan direalisasikan paling lambat pada akhir Januari.
Baca juga: Pohon Tumbang Menimpa Mobil di Ciputat Timur Tangerang Selatan, 2 Penumpang Menjadi Korban
Neng Nurohmah (65) warga muncul mengatakan pihaknya menunggu kejelasan sejak April dan berharap janji terbaru ini dapat benar-benar dilaksanakan.
"Alhamdulillah hari ini perwakilan Pemkot berjanji paling lambat akhir Januari artefak Tangsel dan batas wilayah Banten - Jawa Barat akan dipasang. Kalau tidak, kami akan datang kembali. Bukan demo besar, tipis-tipis saja, tapi kalau diperlukan bisa lebih besar,” ujar Neng Nurohmah di Gedung Pemkot Tangsel, Ciputat, Tangsel, Senin (1/12/2025).
Warga Muncul, lanjut Neng, mengaku telah berulang kali menyampaikan aspirasi, termasuk melalui DPRD, namun belum melihat realisasi.
Mereka menyampaikan rasa lelah akibat ketidakpastian penyelesaian persoalan tersebut.
“Kami capek, resah, gelisah. Sudah berkali-kali ke DPRD. Yang kami tunggu itu janji, tapi sampai sekarang belum ada. Kalau Januari tidak ada hasilnya, kami akan datang kembali,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu, Neng telah mendapatkan informasi terkait Pemkot Tangsel telah melakukan upaya lobi ke Pemerintah Provinsi Banten.
Keterlambatan disebut terjadi akibat keterbatasan anggaran.
Namun warga menekankan mereka siap membantu secara swadaya selama ada izin resmi.
“Kami cuma minta janji itu ditepati. Artefak dan batas provinsi itu kebanggaan kami. Kalau anggarannya tidak ada, kami bisa bantu swadaya yang penting ada izin. Kami masyarakat sadar hukum,” ujar Neng.
Neng mengungkapkan akses jalan yang sebelumnya tertutup kini telah dibuka.
“Alhamdulillah sudah dibuka. Ternyata negara ini kalau masyarakat datang dan viral baru bergerak,” ungkapnya.
Ia berharap tidak perlu lagi melakukan aksi berulang untuk mendapatkan kepastian.
| Kisah Satu Keluarga di Pondok Aren yang Terjebak karena Akses Ditembok Pemuda Pancasila |
|
|---|
| Kanwil Kemenkum Banten Dorong UMKM Daftar Kekayaan Intelektual |
|
|---|
| 3 Hari Banjir di Jalan Puspitek Tak Kunjung Surut, Mahasiswa Unpam Terpaksa Nyeker |
|
|---|
| Setiap Kali Hujan Seharian, Warga Setu Tangsel Curhat Selalu Kebanjiran: Sampai 2 Meter |
|
|---|
| Remaja Usia 16 Tahun Tewas saat Berkendara di Flyover Greendlake Kota Tangerang, Ini Penyebabnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/warga-Tangsel-perjuangkan-artefak13.jpg)