Kriminalitas
Sengketa Over Kredit Alphard, 9 Tersangka Penyekapan di Tangerang Selatan
Sembilan tersangka kasus penyekapan di Tangerang Selatan terkait sengketa over kredit mobil Toyota Alphard telah ditetapkan polisi.
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Dian Anditya Mutiara
Ringkasan Berita:
- Kasus penyekapan di Pondok Aren, Tangerang Selatan, berawal dari sengketa over kredit Toyota Alphard antara MAM dan NN.
- Perselisihan itu memicu penculikan korban I, istrinya, dan dua rekannya.
- Polisi menetapkan sembilan tersangka, termasuk pemilik rumah yang memfasilitasi lokasi penyekapan.
- Motifnya terkait utang-piutang mobil dan penjualan yang tidak jelas, sehingga memicu aksi penyekapan.
WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Kasus penyekapan dengan modus jual beli mobil hingga berujung penganiayaan di sebuah rumah wilayah Pondok Aren, Tangerang Selatan, dipicu persoalan over kredit mobil Toyota Alphard antara dua pelaku dalam kasus ini inisial MAM (41) dan NN (52).
Over kredit merupakan proses pengalihan hak atas suatu barang yang masih dalam masa cicilan kredit kepada pihak lain, termasuk kewajiban pembayarannya.
Kanit 3 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Kadek Dwi menjelaskan, awalnya tersangka MAM melakukan transaksi over kredit mobil tersebut dengan NN.
"Jadi awalnya itu terjadi mau over kredit mobil, Alphard awalnya. Jadi tersangka A (MAM) itu kepada si N. Nah, baru dibayar Rp75 juta, masih utang kurang lebih Rp400 juta, dengan janji akan di-over kredit," ujar Kadek, dikutip Senin (20/10/2025).
"Nah, dalam perjalanannya si N ini ternyata tidak memenuhi kewajibannya. Dia jual lagi ke orang lain. Nah, karena lama, sudah tidak ada kejelasan, akhirnya si N dia jual lagi dilempar ke korban yang I," sambungnya.
Baca juga: Ditangkap, Pelaku Dugaan Penganiayaan dan Penyiksaan Modus Jual Beli Mobil di Pondok Aren Tangsel
MAM yang merasa kesal akhirnya menculik NN selama tiga minggu.
Ia lalu baru mengetahui ternyata mobilnya dijual ke I oleh NN hingga sudah lama tidak menerima haknya.
NN lantas berusaha menghubungi I, kemudian berkata kepada I akan menjual mobil itu.
Pada akhirnya, I mentransfer uang sebesar Rp49 juta.
Meski telah ditransfer, NN mengajak I bertemu di sebuah angkringan di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Angkringan inilah yang menjadi awal mula penyekapan terhadap para korban.
Tak hanya I, NN pun menculik istri I berinisial DJ serta dua rekannya inisial NA dan AAM.
Baca juga: 3 Korban Penyekapan di Pondok Aren Tangerang Selatan Dinyatakan Sehat dan Sudah Pulang ke Rumah
"Itulah akhirnya dia kejar si Indra ini dengan dalih akan menjual mobil. Nah, begitu sudah di-transfer Rp49 juta, mau mengajak ketemuan, terus diculik itu," kata Kadek Dwi.
Para korban dibawa NN ke rumah milik tersangka MA di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan hingga akhirnya disekap.
| Jambret Spesialis Wanita di Cilandak Jaksel Ditangkap, Ini Modusnya |
|
|---|
| DP3A Karawang Dampingi Santriwati, Korban Rudapaksa Guru Ngaji di Pakisjaya |
|
|---|
| Selundupkan 10,8 kg Narkoba ke Indonesia, Wanita Asal Hong Kong Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta |
|
|---|
| Guru Ngaji Rudapaksa Santriwati asal Pakisjaya Karawang, Dilakukan di Musala saat Istri sedang Tidur |
|
|---|
| Kafe di Cilandak Jakarta Selatan Dibobol Maling, 2 Kuli Bangunan Ditangkap di Cawang Jakarta Timur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Lokasi-rumah-penyekapan-tiga-pria-di-Perumahan-Taman-Mangu-Indah-Pondok-Aren.jpg)