Minggu, 19 April 2026

Honda DBL with Kopi Good Day 2025

Momen Spesial Coach Yulisar Bersama Dua Putranya di Pinggir Lapangan

Tiga anggota keluarga Kanikir kompak bergabung dalam tim basket PSKD 1.

dok. DBL Indonesia
William Zefanya Kanikir (William) (tengah) bersama keluarganya yakni Yulisar Wilson Kanikir sebagai pelatih, My Faith Sonni Markson Kanikir (Markson) sebagai asisten pelatih tim basket putra SMA 1 PSKD Jakarta di ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2025. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pertandingan seru tersaji di Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Central Jakarta.

SMA 1 PSKD Jakarta berhasil menumbangkan rival sekota mereka, SMA 3 PSKD Jakarta, dengan skor 39-24.

Namun, kemenangan ini bukan hanya soal angka di papan skor. Ada kisah hangat di baliknya, khususnya dari kubu PSKD 1.

Tiga anggota keluarga Kanikir kompak bergabung dalam tim.

Yulisar Wilson Kanikir sebagai pelatih, My Faith Sonni Markson Kanikir (Markson) sebagai asisten pelatih, dan My Love William Zefanya Kanikir (William) sebagai pemain.

Bagi Coach Yulisar, kesempatan bekerja bersama anak-anaknya menjadi kebanggaan tersendiri.

“Ada satu rasa kebanggaan, karena saya bisa bekerja dengan orang-orang yang saya sayangi. Tanpa anak saya aja saya bekerja sepenuh hati, apalagi ada anak saya,” ujarnya.

Lebih dari sekadar bekerja, kebersamaan itu membuat hubungan mereka semakin erat.

“Semakin intens kita ketemu di lapangan, pasti kita juga saling berusaha untuk mendukung satu sama lain,” tambahnya.

Ahmad Rifai Asobah, pemain SMAN 24 Jakarta yang tak hanya piawai bermain basket, tapi juga menyimpan banyak prestasi di bidang lain, mulai dari futsal, bela diri, hingga dunia kreatif.
William Zefanya Kanikir (William) pemain tim basket putra SMA 1 PSKD Jakarta saat laga di ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Central Jakarta. (dok. DBL Indonesia)

Kecintaan William dan Markson pada basket lahir dari perkenalan sang ayah. Meski demikian, Coach Yulisar menegaskan dirinya tidak pernah memaksa.

“Saya memperkenalkan, tidak memaksa, dengan cara mengajak mereka melihat saya melatih. Pada akhirnya mereka memilih karena memang suka,” jelasnya.

William bahkan memilih melanjutkan studi ke PSKD 1 setelah lulus SMP karena nyaman dengan suasana latihan basket di sekolah. 

Markson sempat bercita-cita bergabung dengan PSKD 1, tetapi jalannya berbeda setelah diterima di Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP).

Baru musim ini ia bisa mendampingi sang ayah, setelah sebelumnya terhalang kesibukan kuliah.

Sebagai pecinta basket, Coach Yulisar punya harapan besar untuk anak-anaknya agar bisa terus mengejar mimpi, bahkan sampai ke level profesional.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved