Rabu, 17 Juni 2026

Kabar Artis

Paramitha Rusady Miris Pelecehan Seksual Marak, Minta Stop Salahkan Korban

Paramitha Rusady prihatin dengan maraknya kasus pelecehan seksual terhadap perempuan. Ia menyerukan stop salahkan korban

Tayang:
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
STOP PELECEHAN - Aktris Paramitha Rusady mengajak masyarakat berhenti menyalahkan korban dan berani melawan segala bentuk eksploitasi terhadap perempuan. 
Ringkasan Berita:
  • Paramitha Rusady prihatin dengan maraknya kasus pelecehan seksual di Indonesia.
  • Ia menegaskan korban atau penyintas bukan pihak yang bersalah.
  • Masyarakat diminta menghentikan budaya menyalahkan korban dan lebih waspada terhadap kejahatan seksual.

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Aktris senior Paramitha Rusady miris dengan maraknya kasus pelecehan seksual, dengan korban para wanita di Indonesia.

Wanita yang akrab disapa Mitha itu sedih karena di lingkungan sekitar rumahnya, juga terjadi kasus pelecehan seksual.

"Saya melihat bagaimana mirisnya dunia saat ini, kejadiannya ada di mana-mana, bahkan baru saja menimpa tetangga saya sendiri. Sangat miris sekali," kata Paramitha Rusady ketika ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Wanita berusia 59 tahun tersebut meminta masyarakat untuk membuka mata dan mengambil tindakan, jika melihat langsung kasus pelecehan seksual di depan mata.

Baca juga: Buron 15 Tahun, WN Amerika Pelaku Pelecehan Seksual Ditangkap di Bunker Rumahnya di Depok

Paramitha tak ingin kasus pelecehan seksual dinormalisasikan, khususnya dengan menyalahkan korban perempuan.

"Saya menolak terhadap segala bentuk eksploitasi dan perlakuan semena-mena terhadap tubuh perempuan," ucapnya.

Raden Pradnya Paramitha Chandra Devy Rusady ini meminta semua orang untuk berhenti memberikan stigma negatif kepada para penyintas atau korban pelecehan.

"Kita tidak boleh lagi menormalkan tindakan yang merendahkan atau memperlakukan tubuh perempuan dengan semena-mena. Harus ada penolakan terhadap hal itu," jelasnya.

Baca juga: Terseret Perkara Pelecehan Seksual, Padepokan Padang Ati Pekalongan Ilegal

"Ingat, para korban bukanlah pihak yang kotor atau bersalah, melainkan para pelakunyalah yang bersalah dan kotor. Stop salahkan korban!" sambungnya.

Paramitha Rusady menilai pelecehan seksual adalah tindakan keji yang kini, tidak lagi mengenal tempat dan bisa mengintai siapa saja di area-area publik yang dianggap aman sekalipun. 

"Kita harus waspada karena kejadian seperti ini bisa ada di mana saja. Di sekolah, bahkan di kamar mandi umum sekalipun. Sangat mengerikan sekali. Oleh karena itu, saya merasa sangat perlu hadir di sini untuk bersuara," ujar Paramitha Rusady. (Ari).
 

 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved