Kamis, 11 Juni 2026

Harga Sembako

Dudung Soroti Harga Cabai dan Bawang Naik saat Tinjau Pasar Induk Kramat Jati

KSP Dudung Abdurachman meninjau Pasar Induk Kramat Jati dan menyoroti kenaikan harga cabai, bawang, serta daya beli masyarakat.

Tayang:
Warta Kota/Miftahul Munir
BAHAN POKOK NAIK - KSP Dudung Abdurachman tinjau Pasar Induk Kramat Jati untuk mengetahui harga bahan pokok, Selasa (9/6/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Dudung Abdurachman meninjau Pasar Induk Kramat Jati dan menemukan kenaikan harga sejumlah komoditas hortikultura.
  • Pedagang menilai daya beli masyarakat mengalami penurunan meski pasokan bahan pangan masih tersedia.
  • Pemerintah memastikan produksi dan pasokan pangan, khususnya hortikultura, tetap terjaga sehingga tidak perlu dikhawatirkan.

 

WARTAKOTALIVE.COM, KRAMAT JATI - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman meninjau harga bahan pokok Pasar Induk Kramat, Jakarta Timur, Selasa (9/6/2026) pagi.

Dudung sempat bertanya kepada para pedagang harga cabai dan bawang perhari ini dan mengalami kenaikan harga.

Sebagai informasi, harga cabai merah keriting sekarang ini Rp 61.000 per kg, cabai merah besar Rp64.550 per kg, cabai rawit merah Rp 75.000, bawang merah Rp 56.150 pe rkg sebelumnya Rp 54.000 dan bawang putih: Rp 40.850 perkg sebelumnya Rp 39.000.

Beberapa bahan pokok lainnya juga ikut mengalami kenaikan harga setelah dolar AS melonjak menjadi Rp 18.000.

"Namun daya beli yang kalau saya lihat pasar sekarang semakin menurun. Nah, saya tanya penyebabnya adalah ya karena ada sistem distributor langsung ke masyarakat karena ini kan pasar induk. Kemudian yang kedua ya kemungkinan menurut mereka bahwa daya beli ini bisa jadi berkurang karena masyarakat banyak yang tidak semuanya masak," kata Dudung di lokasi, Selasa.

Baca juga: Harga Minyak Curah Rp 23 Ribu Per Kg, Pemprov DKI Pastikan Stok MinyaKita Tetap Aman

Menurutnya, dirinya juga mendapat cerita yang menggelitik dari pedagang penyebab lain daya beli menurun karena anak sekolah telah mendapat makan bergizi gratis (MBG).

Dudung memastikan, pasokan bahan pokok dibeberapa daerah sejatinya sangat melimpah.

"Artinya kami memastikan bahwa di daerah ini para petani-petani juga maksimal di dalam peningkatan
produksinya. Sehingga untuk pangan kita tidak terlalu khawatir ya. Jadi artinya bahwa untuk pasokan pangan khususnya hortikultura ini masih bisa eksis lah ya," ungkapnya.

Dudung juga sempat bertemu dengan pedagang beras di sana dan masih ada harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 12.200.

Padahal harga HET beras medium saat ini sebesar Rp 13.900 dan ia bakal meninjau gudangnya di Cipinang, Jakarta Timur.

"Di sini masyarakat cukup kondusif dan artinya dengan harga yang bisa terkendali ini maka inflasi juga bisa terkendali juga. Saya rasa itu saja," tandasnya. (m26)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved