Kabar Artis
Rupiah Tembus Rp 18 Ribu, Bimbim Slank Bicara soal Isu Kerusuhan 1998
Bimbim menanggapi isu kerusuhan 1998 setelah rupiah menembus Rp 18 ribu per dolar AS. Kebebasan berekspresi jadi kunci meredam gejolak masyarakat.
Penulis: Arie Puji Waluyo | Editor: Dian Anditya Mutiara
Ringkasan Berita:
- Bimbim Slank menilai kerusuhan seperti 1998 tidak akan terjadi selama kebebasan berekspresi, seni, dan budaya tetap terjaga.
- Menurutnya, potensi gejolak dapat muncul jika masyarakat dan musisi dibatasi atau dibungkam dalam menyampaikan kritik.
- Pelemahan rupiah terhadap dolar AS disebut berdampak langsung pada industri musik karena banyak kebutuhan alat musik masih bergantung pada impor.
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Arie Puji Waluyo
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Setelah nilai tukar rupiah menembus angka Rp 18 ribu per dolar AS, muncul isu yang mengaitkan kondisi tersebut dengan potensi terulangnya kerusuhan seperti pada 1998.
Menanggapi isu tersebut, drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi, menilai kejadian serupa kemungkinan tidak akan terulang selama ruang kebebasan berekspresi masih terbuka bagi masyarakat.
"Selama seni, budaya, lagu, kebebasan ekspresi nggak dibungkam, aku rasa masih bisa menenangkan masyarakat," kata Bimbim saat ditemui di markas Potlot, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026).
Baca juga: Bimbim Slank Keluhkan Rupiah Melemah: Harga Senar hingga Bahan Impor Naik
Bimbim mengatakan selama ini musisi masih bisa menyampaikan kritik kepada pemerintah melalui karya-karya yang mereka hasilkan tanpa harus turun ke jalan.
Menurutnya, kondisi dapat berbeda apabila pemerintah mulai membatasi ruang ekspresi masyarakat maupun seniman.
"Tapi kalau dilarang, dibungkam, mungkin bisa meledak," ucap pria berusia 59 tahun itu.
Ia kemudian mengenang situasi pada masa lalu ketika Slank pernah melakukan aksi simbolik sebagai bentuk kritik terhadap kondisi yang terjadi saat itu.
Baca juga: Presiden Jokowi Minta Maaf atas Pelanggaran HAM Berat Tahun 1965, Petrus, Hingga Kerusuhan Mei 1998
"Kalau dulu kami kan sampai menarik bendera setengah tiang, karena mungkin zaman itu kami dibungkam," sambungnya.
Selain menyoroti isu sosial, Bimbim juga mengungkap dampak melemahnya rupiah terhadap industri musik Indonesia. Menurutnya, banyak kebutuhan musisi yang masih bergantung pada produk impor.
"Karena kita terdampak. Kita terdampak karena alat musik, kebutuhan sehari-hari kayak senar, stick drum itu masih impor semua. Jadi ya kita menjerit lah dolar naik," ujar Bimbim.
Ia menilai kenaikan nilai dolar AS membuat biaya operasional musisi ikut meningkat, terutama untuk kebutuhan alat dan perlengkapan musik yang sebagian besar masih didatangkan dari luar negeri.
| Kuasa Hukum Tegaskan Unggahan Maaf Sarwendah Tak Berkaitan dengan Ruben Onsu |
|
|---|
| Bimbim Slank Keluhkan Rupiah Melemah: Harga Senar hingga Bahan Impor Naik |
|
|---|
| Clara Shinta Bantah Jadi Ani-ani Sebelum Dinikahi Denny Goestaf |
|
|---|
| Ibnu Jamil Tetap Dukung Inggris di Piala Dunia 2026, Soroti Keputusan Berani Thomas Tuchel |
|
|---|
| Terungkap, Ini Penjelasan Anthony Xie saat Ditanya Audi Marissa Jarang Terlihat Bareng Keluarga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Bimbim-slank-soal-rupiah-melemah.jpg)