Senin, 18 Mei 2026

Kabar Artis

Aurelie Moeremans Kini Terbuka Bicarakan Isu Child Grooming, Pernah Speak Up di Tahun 2014 dan 2020

Aurelie Moeremans berani terbuka membicarakan isu child grooming setelah pernah gagal menyuarakan isu tersebut.

Tayang:
Instagram @aurelie
CHILD GROOMING - Aktris Aurelie Moeremans berani terbuka membicarakan isu child grooming. 

Ringkasan Berita:
  • Aurelie Moeremans berani terbuka membicarakan isu child grooming
  • Aurelie Moeremans menyebut, setidaknya diperlukan 12 tahun hingga kisah pahitnya diterima masyarakat
  • Aurelie Moeremans mengenang kegagalan demi kegagalan saat mencoba menyuarakan pengalaman tersebut

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Aktris Aurelie Moeremans berani terbuka membicarakan isu child grooming.

Aurelie Moeremans butuh waktu yang sangat panjang sebelum berani mengungkapkannya ke publik.

Aurelie Moeremans menyebut, setidaknya diperlukan 12 tahun hingga kisah pahitnya diterima masyarakat.

Baca juga: Rieke Diah Pitaloka Bicara Isu Child Grooming di Parlemen, Aurelie Moeremans: Aurelie Kecil Senang

Melalui unggahan di kanal siaran pribadinya, Aurelie Moeremans mengenang kegagalan demi kegagalan saat mencoba menyuarakan pengalaman tersebut.

"Topik ini masih tabu di Indonesia, aku pernah speak up, tahun 2014 diserang, tahun 2020 aku coba lagi, tipis-tipis, tidak ada hasil," tulis Aurelie Moeremans.

Menurut Aurelie, masyarakat Indonesia kini menunjukkan perubahan.

Baca juga: Aurelie Moeremans Kampanyekan Gerakan PutusTali setelah Tulis Pengalamannya sebagai Korban Grooming

Saat merilis buku digital berjudul 'Broken Strings' pada awal tahun 2026, Aurelie Moeremans tidak lagi menghadapi gelombang victim blaming masif seperti yang dialaminya satu dekade lalu.

"Sekarang 2026, walaupun niat awalnya cuma journaling, akhirnya didengar tanpa victim blaming yang masif," ucap Aurelie Moeremans.

Istri Tyler Bigenho itu menegaskan keberaniannya memublikasikan memoar tersebut bukan untuk menunjukkan dirinya adalah sosok yang paling kuat.

Baca juga: Aurelie Moeremans Tulis Buku Broken Strings, Luka Pribadi hingga Ruang Pulih bagi Banyak Perempuan

Keputusan itu, kata dia, didorong oleh empati terhadap para penyintas lain yang mungkin masih merasa terisolasi oleh trauma mereka.

"Buku ini aku publish bukan karena aku paling kuat, tapi karena aku enggak mau ada satu orang pun yang merasa sendirian atau merasa semua ini salah mereka," ucap Aurelie Moeremans.

Aurelie juga mengaku terkejut saat membaca banyaknya pesan langsung (direct message/DM) yang masuk.

Baca juga: Bukan Buka Luka Lama, Aurelie Moeremans Tulis Buku Broken Strings untuk Berdamai dengan Masa Lalu

Pesan-pesan tersebut mengonfirmasi bahwa kasus child grooming dialami oleh banyak orang, namun selama ini tersimpan rapat.

"Setiap aku buka DM, aku selalu kaget, ternyata benar, sebanyak ini orang yang pernah mengalami child grooming, dan selama ini mereka simpan sendiri," katanya.

Ia berharap keterbukaan ini dapat menjadi ruang aman bagi sesama penyintas untuk saling menguatkan.

 

Sumber: Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved