Senin, 18 Mei 2026

Kabar Artis

Bukan Buka Luka Lama, Aurelie Moeremans Tulis Buku 'Broken Strings' untuk Berdamai dengan Masa Lalu

Aurelie Moeremans menegaskan buku 'Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth' ditulisnya bukan untuk membuka luka lama.

Tayang:
Instagram @aurelie
DAMAI DENGAN MASA LALU - Aurelie Moeremans menegaskan buku 'Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth' ditulisnya bukan untuk membuka luka lama, terapi damai dengan masa lalunya. 
Ringkasan Berita:
  • Aurelie Moeremans menegaskan buku 'Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth' ditulisnya bukan untuk membuka luka lama
  • Bagi Aurelie, buku Broken Strings adalah ruang refleksi dan healing dalam memahami serta menerima masa lalu yang penuh trauma
  • Buku itu ditulisnya bukan untuk balas dendam atas pengalaman pahit yang pernah ia alami di masa remajanya itu

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Aktris Aurelie Moeremans menegaskan buku 'Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth' ditulisnya bukan untuk membuka luka lama. 

Aurelie Moeremans juga menyatakan, buku itu ditulisnya bukan untuk balas dendam atas pengalaman pahit yang pernah ia alami di masa remajanya.

Bagi Aurelie, buku Broken Strings adalah ruang refleksi dan healing dalam memahami serta menerima masa lalu yang penuh trauma.

Baca juga: Aurelie Moeremans Sebut Pernikahannya dengan Roby Tremonti Tidak Sah, Cacat Hukum Agama sejak Awal

Di bukunya itu, Aurelie Moeremans Aurelie menuliskan pengalaman menjadi korban child grooming di usia remaja.

"Buku ini sangat membantu (healing)," kata Aurelie Moeremans, Rabu (14/1/2026).

"Menulis buku 'Broken Strings' bukan tentang balas dendam atau membuka luka lama, tapi memahami apa yang pernah terjadi dan menerima bahwa itu bagian dari hidupku," lanjutnya.

Baca juga: Aurelie Moeremans Tulis Buku Broken Strings, Luka Pribadi hingga Ruang Pulih bagi Banyak Perempuan

Aurelie Moeremans menyebutkan, proses berdamai dengan masa lalunya tidak berarti menghapus rasa sakit atau membenarkan kesalahan yang pernah terjadi. 

Ia justru menempatkan pengalaman pahit tersebut secara jujur, tanpa manipulasi emosi, dan menyalahkan dirinya sendiri.

"Lewat buku ini, aku belajar berdamai tanpa harus membenarkan apa yang salah," ucap Aurelie Moeremans.

Baca juga: Ini Kata Aurelie Moeremans setelah Tulis Pengalaman Pahitnya di Masa Remaja di Buku Broken Strings

Dengan menuangkannya dalam bentuk buku, Aurelie Moeremans bisa melihat peristiwa tersebut dari sudut pandang yang lebih dewasa dan berjarak.

Ia tak menyangka jika buku yang dirilis pada tahun 2025 itu menjadi viral di awal tahun 2026 dan mendapat banyak dukungan.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved